Manado, Merdeka17.id – Gara-gara dua spanduk/baliho yang bertuliskan CIVITAS DAN ALUMNI FAKULTAS PETERNAKAN UNSRAT TOLAK PLT DEKAN, dan POLDA SULUT MOHON SEGERA TANGKAP REKTOR UNSRAT OKTAVIAN B.A. SOMPIE menyebabkan dua orang dosen saling ribut di depan Gedung Dekanat Fakultas Peternakan UNSRAT pada Kamis, 26 Februari 2026 siang.
Terindikasi kedua dosen itu adalah Ir. Boyke Rorimpandey, M.P. dan Dr. Sjenny Malalantang. Keduanya adalah dosen Fakultas Peternakan UNSRAT. Media ini sempat berbincang-bincang dengan Dr. Sjenny Malalantang cukup lama yang disaksikan oleh puluhan pasang mata di Fakultas Peternakan UNSRAT.
Dia merasa keberatan jika adiknya yang adalah Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara Bidang Pariwisata, yang selama ini rame dipergunjingan baik di lingkungan kampus UNSRAT ataupun di kampus Fakultas Peternakan, dikait-kaitkan dengan tidak dilantiknya Dekan Terpilih Dr. Sintya J.K. Umboh, S.Pt., M.Si.
Dr. Sjenny Malalantang pun meminta awak media ini yang kebetulan adalah seniornya di Faculty of Animal Husbandry bagaimana cara untuk mengakhiri kemelut ini, yang memang nyaris baku pukul.
Berikut pernyataan Dr. Sjenny Malalantang:
“Menanggapi isu yang beredar di Fakultas Peternakan UNSRAT bahwa saya adalah titipan Kapolda Sulawesi Utara, saya Doktor Sjenny S. Malalantang, menyatakan bahwa isu itu tidak benar. Bahkan saya mendukung sepenuhnya hasil Pemilihan Dekan tanggal 10 Desember 2025 yang ditetapkan sebagai dekan definitif segera dilantik.”***
Pewarta: Iwan Ngadiman

