Manado, Merdeka17.id – Tiba-tiba saja nama Dr. Sintya J.K. Umboh, S.Pt., M.Si. menjadi pembicaraan hangat se-antero kampus UNSRAT sejak Rabu, 25 Februari 2026 sore. Apa pasal? Pada tanggal tersebut, Rektor UNSRAT melantik para dekan se-UNSRAT, dia tidak diundang apalagi dilantik.
Padahal, Senat Fakultas Peternakan UNSRAT sudah menetapkan bahwa dia adalah Dekan Terpilih periode 2026-2030. Para praktisi, pengamat, dan pemerhati pendidikan di UNSRAT, menyatakan bahwa suara Rektor banyak diberikan kepada Sintya J.K. Umboh kok sekarang berbalik?
Media ini merangkum informasi dari banyak sumber yang menjelaskan bahwa setelah pemilihan dekan pada tanggal 10 Desember 2025, ada laporan tertulis yang sampai di meja Rektor UNSRAT bahwa diduga dalam pemilihan dekan tersebut Dr. Sintya J.K. Umboh, S.Pt., M.Si. bermain uang.
Sumber juga mengatakan bahwa tak berapa lama setelah itu, Rektor UNSRAT dipanggil oleh pihak kepolisian terkait suatu masalah, namun oleh pengamat dan pemerhati UNSRAT menilai bahwa hal itu terlalu dibuat-buat untuk menekan mental Rektor. “Masalah ini sudah ada sejak rektor sebelumnya, dan ditanyakan kembali pada rektor sekarang,” kata pemerhati UNSRAT.
Kejadian-kejadian ini menimbulkan spekulasi liar di kalangan kampus UNSRAT dan kampus Fakultas Peternakan. Beberapa nama orang penting dan berpengaruh disebut diduga ikut campur. Civitas Akademika termasuk alumni Fakultas Peternakan pun dibuat geram dengan diangkatnya Pelaksana Tugas Dekan Fakultas Peternakan UNSRAT Ralfie Pinasang (Wakil Rektor III Unsrat).
Kamis, 26 Februari 2026 siang kampus Fakultas Peternakan UNSRAT bergejolak nyaris rusuh. Di depan Gedung Dekanat digantung dua spanduk yang bertuliskan CIVITAS DAN ALUMNI FAKULTAS PETERNAKAN UNSRAT TOLAK PLT DEKAN, dan POLDA SULUT MOHON SEGERA TANGKAP REKTOR UNSRAT OKTAVIAN B.A. SOMPIE. Kedua baliho itu diturunkan paksa oleh para satpam.
Sebelumnya, tampak, Ir. Boyke Rorimpandey, M.P. ada mulut dengan Dr. Sjenny S. Malalantang didekat baliho, disaksikan mahasiswa, dan dosen. Keduanya ditegur oleh Wakil Dekan 3 Dr. Ir. Erwin Hubert Barton Sondakh, M.Si., IPU, ASEAN Eng. supaya berbicara di dalam ruangan saja. Keduanya mematuhinya. Tak kurang owner PT. Media Satu Tujuh pun kena damprat terkait pemberitaan media ini pada Rabu, 25 Februari 2026.

Jum’at, 27 Februari 2026 sore Plt. Dekan Fakultas Peternakan UNSRAT Ralfie Pinasang mengundang rapat para anggota senat, dan Organ Pengelola Fakultas, serta undangan lain. Menurut sumber yang dapat sangat dipercaya, terungkap siapa aktor dan dalang sesungguhnya.
Jawaban Doa Sintya J.K. Umboh
Kamis, 26 Februari 2026 media ini berkesempatan chit-chat dengan Dr. Sintya J.K. Umboh, S.Pt., M.Si. Terungkap bahwa dalam proses pemilihan dekan, dia melakukan doa puasa 3 hari 3 malam mohon petunjuk dari Tuhan.
Setelah dinyatakan oleh Senat Fakultas Peternakan UNSRAT bahwa dia adalah Dekan Terpilih untuk periode 2026-2030, dia dipanggil oleh Rektor sebanyak dua kali. Oleh orang-orang di lingkaran Rektor, dia diwanti-wanti agar mengundurkan diri saja, dan akan diberikan jabatan yang lebih baik.
Dia pun bergumul dengan Tuhan-nya. Baginya, jika Tuhan sudah memberikannya suatu tanggung jawab, maka berkat Tuhan itu harus disyukuri, selain itu dia juga harus menghargai orang yang sudah memilihnya. Hal ini disampaikannya kepada Wakil Rektor 3 Ralfie Pinasang waktu itu.
“Saya tidak akan mengkhianati pemilih saya. Jika saya mundur, artinya saya mengakui adanya kesalahan. Mo kaseh di mana kita pe muka pa kita pe anak dan cucu. Jika mengakui salah, berarti saya melemparkan borok kepada para anggota senat, dan mereka harus menjelaskan ke semua orang tentang “kesalahan” ini.”
Apakah segala pergumulan dan doa Anda terjawab?
“Depe salah satu jawaban, Kapolda da pangge. (Sewaktu) Kita pulang kemarin (Rabu, 25 Februari 2026),” ujarnya meyakinkan.
Menurutnya, Pak Kapolda hanya memberikan penguatan pada dirinya. Setelah ditelusuri, saat dirinya dipanggil, ternyata sudah ada satu orang lain di rumah dinas Kapolda yang menjelaskan kemelut Fakultas Peternakan apa adanya. Diperkirakan Sintya tiba sekitar pukul 18.30 WITA dan pulang dari rumah dinas sekitar satu jam kemudian.
Apa yang Bapak sampaikan?
“Kapolda cuma bilang: ‘Encik, nyanda benar itu samua. Dan beliau itu, bukan cuma merusak tapi menghancurkan Encik pe masa depan,’” kata Sintya mengutip Kapolda menutup pembicaraan.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

