“Jadi, apapun cita-citanya, semua kalian harus bercita-cita menjadi anak-anak Indonesia yang hebat sesuai dengan profesi masing-masing.” Mendikdasmen Abdul Mu’ti
Tomohon, Merdeka17.id – Setelah melakukan senam “Pagi Ceria” bersama civitas SD Katolik St. Clara Tomohon dan SMP Katolik Stella Maris Tomohon, Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan sambutan. Tak lupa beliau memberikan pertanyaan yang menggelitik terhadap para murid tersebut.
Berikut kutipannya:
“Bapak ibu para guru, dan yang saya cinta, saya banggakan, para murid SD St. Clara dan SMP Stella Maris, apa kabar semuanya?” Yang disambut dengan yel-yel yang begitu semangat dan gempita.
“Alhamdulilah pagi ini saya merasa sangat berbahagia dapat hadir bertemu dengan kalian semua anak-anak Indonesia hebat. Dengan berada di sini, saya yakin, tahun 2045, ketika kita merayakan kemerdekaan Indonesia yang ke-100 tahun, satu abad Indonesia, saya melihat wajah ‘Generasi Emas’ itu ada di hadapan saya.”
“Kalianlah anak-anak Indonesia yang nanti akan memimpin negeri ini dan sesuai dengan harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kalian semualah generasi Indonesia hebat yang akan menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, negara yang makmur, dan bermartabat.”
Bercita-Cita Mulia
“Karena itu, bercita-citalah yang tinggi. Bercita-citalah yang mulia. Siapa yang di antara kalian yang bercita-cita menjadi menteri?”
“Oh, kurang banyak peminatnya, sepertinya.”
“Siapa yang bercita-cita menjadi Direktur Garuda Indonesia? Disambut ramai.
“Siapa yang bercita-cita menjadi presiden?” Disambut ramai.
Petani
“Ini ada cita-cita yang mungkin tidak populer. Siapa yang bercita-cita menjadi petani?” Hening sejenak. “Nggak ada, kan?”
“Padahal kalau tidak ada yang jadi petani, kita tidak bisa makan. Kalau tidak ada yang jadi petani kita tidak bisa menikmati hidangan di meja yang lezat.”
Nelayan
“Siapa yang bercita-cita menjadi nelayan?” Hening.
“Tidak ada juga. Padahal kalau tidak ada nelayan, siapa yang menangkap ikan? Salah satu makanan yang sangat tinggi kandungan proteinnya.”
Sesuai Profesi
“Jadi, apapun cita-citanya, semua kalian harus bercita-cita menjadi anak-anak Indonesia yang hebat sesuai dengan profesi masing-masing.”
“Satu lagi, siapa yang ingin menjadi pemain bola, pemain timnas, ada? Yang ingin menjadi pemain bola tingkat dunia?”
KAIH
“Untuk mencapai cita-cita itu ada yang perlu kalian lakukan. Kalian semua tidak bisa mencapai cita-cita kalau tidak bersungguh-sungguh di dalam belajar. Karena itu Pak Menteri mengajak kalian semua untuk melaksanakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.”
Terkait penerapan kebijakan Kemdikdasmen tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang meliputi bangun pagi, berdoa, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta istirahat cepat.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

