Manado, Merdeka17.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG)yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto belum sepenuhnya dinikmati seluruh siswa.
Catatan media ini, di Kota Manado saja baru 5 sekolah yang berada di Kecamatan Wanea dan Kecamatan Malalayang yang dijadikan sampel sejak 6 Januari 2025 lalu. Kelima sekolah tersebut adalah SD Katolik 17 Tarsisius Manado bersama TK/PAUD dan SMP Katolik, kemudian SMP Negeri 4 Manado, dan SMA Negeri 09 Manado.
Di sisi lain, Kepala Sekolah SD Negeri 88 Manado Manado Nancy Pesik ketika ditemui pada Senin, 10 Februari 2025 mengatakan, anak didiknya sangat merindukan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini namun hingga memasuki minggu kedua bulan Februari 2025 belum ada realisasinya.
Dikatakan, warga di sekitar sekolah, terutama golongan ekonomi menengah ke bawah, sangatlah mengharapkan program ini. Sebagian orang tua siswa adalah buruh harian, buruh pabrik, dan tukang ojek. Tidak ada yang PNS. “Mereka sering tanya kapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilaksanakan,” ungkapnya.
Diungkapkan pula, kebanyakan anak-anak tidak sarapan lalu ke sekolah, menyebabkan mereka sering jatuh pingsan. “Jika ada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini tentulah sangat membantu mengurangi biaya makan orang tua,” katanya.
Hal yang sama dialami juga oleh SD Negeri 29 Manado di mana kondisi ekonomi orang tua sebagian besar adalah ekonomi lemah.
Pinggiran Kota
Nancy Pesik–yang juga adalah Ketua K3S (kelompok kegiatan kepala sekolah) Kecamatan Singkil– menjelaskan, mestinya yang menjadi prioritas utama program Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah sekolah-sekolah di pinggiran kota.
“Kami hanya menunggu realisasinya agar bisa meringankan beban orang tua siswa dan menambah semangat belajar anak-anak,” kata Nancy Pesik.
Terkait penerapan kebijakan Kemdikdasmen tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang meliputi bangun pagi, berdoa, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta istirahat cepat, sudah disosialisasikan kepada seluruh siswa di SD Negeri 88 Manado.
Bahkan untuk kebiasaan bangun pagi dan berdoa di rumah maka guru memantaunya melalui Grup WhatsApp yang ada. Hal ini sudah ada kerja sama dengan para orang tua. Untuk itu, setiap hari ada jurnal yang dibuat tentang rangkaian kegiatan siswa di rumah.
Untuk kegiatan SAIH (Senam Anak Indonesia Hebat) maka pihak sekolah telah melaksanakannya setiap hari kecuali jika cuaca tidak memungkinkan.”Jika hujan, dilakukan di dalam kelas,” kata Nancy Pesik.
Saat ini, SD Negeri 88 Manado memiliki siswa sebanyak 318 orang namun yang masuk Dapodik (Data Pokok Pendidikan) masih 302 saja. “Kami berikan data rill agar tidak ada siswa yang terlewatkan bilamana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan,” pungkasnya.***
Kontributor: Meldi Sahensolar
Editor: Iwan Ngadiman

