Manado, Merdeka17.id – Sebanyak 34 siswa dari 374 siswa di SD Inpres 4/82 Manado belum masuk Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Hal ini bisa merugikan siswa itu sendiri dan pihak sekolah.
Menurut Kepala Sekolah Mesye Andisi, hal ini disebabkan karena berkas administrasi siswa yang belum lengkap seperti kartu keluarga, NIK, dan lainnya. “Kami mendorong agar orang tua sesegera mungkin melengkapi data anak mereka untuk dicatat secara resmi di Dapodik,” kata Mesye Andisi pada Rabu, 12 Februari 2025 di ruang kerjanya.
Dikatakan, anak-anak yang tidak masuk Dapodik akan merugikan pihak sekolah karena tidak akan mendapat dana BOS dari pemerintah pusat sedangkan bagi si anak sendiri akan sulit mendapatkan bantuan pendidikan, antara lain PIP (program Indonesia pintar) dan bantuan resmi lainnya dari pemerintah pusat.
RKB Belum Rampung
Dikatakan, pada tahun 2024 lalu, ada bantuan pembangunan satu ruang kelas baru dan rehabilitasi ruang kantor kepala sekolah namun hingga kini belum rampung. Pantauan media ini, para tukang masih bekerja di ruang kelas baru sedangkan di ruang kepala sekolah belum dipasang lampu.
Hal ini menyebabkan kepala sekolah harus berkantor di kantin atau ruang kelas 3 bila siswa sudah pulang. “Namun kami kerja dengan sukacita dan penuh semangat,” kata Mesye Andisi.
Dijelaskan, karena keterbatasan ruang kelas menyebabkan pihak sekolah memberlakukan sekolah pagi dan siang agar KBM (kegiatan belajar mengajar) bisa berjalan dengan efektif.***
Kontributor: Meldi Sahensolar
Editor: Iwan Ngadiman

