Merdeka17.id – Menurut laporan Einsatzgruppe ke markas besar di Berlin (ibu kota negara Jerman) bahwa ada 33.771 orang Yahudi dibantai dalam dua hari, yakni pada Senin, 29 September 1941 hingga 30 September 1941 di Babi Yar–sebuah jurang di Ibu Kota Ukraina, Kiev.
Einsatzgruppe (bentuk tunggal) bernama lengkap resmi Einsatzgruppen der Sicherheitspolizei und des SD merupakan regu penumpas paramiliter Schutzstaffel (SS) dari Nazi Jerman, yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal, terutama dalam bentuk penembakan, saat Perang Dunia II.
Orang Rusia menyebut Babi Yar sedang Ukraina menyebut Babyn Yar–tempat pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Nazi Jerman selama kampanyenya melawan Uni Soviet dalam Perang Dunia II.
Uni Republik Sosialis Soviet (URSS), lebih dikenal dengan nama Uni Soviet dengan ibu kota Moskow, adalah negara sosialis yang pernah ada dari tahun 1922 hingga 1991 di Eurasia. Uni Soviet telah pecah menjadi 15 negara.
Kelima belas negara pecahan Uni Soviet adalah Armenia, Azerbaijan, Belarus, Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kirgistan, Latvia, Lituania, Moldova, Rusia, Tajikistan, Turkmenistan, Ukraina, dan Uzbekistan. Negara-negara ini terbentuk setelah pembubaran Uni Soviet pada tahun 1991.
Pembantaian pertama dan terdokumentasi dengan baik terjadi pada 29-30 September 1941 di mana selama sekitar 36 jam berturut-turut, anggota Einsatzgruppen, membariskan orang-orang Yahudi dan menembak mereka. Tercatat, ada 29 orang yang selamat atau berhasil meloloskan diri.
Pada bulan-bulan berikutnya pembantaian masih terjadi di tempat yang sama, baik terhadap orang Yahudi yang tersisa di Kiev, juga nonYahudi, orang Romani (atau Roma/Gipsi adalah kelompok etnis Indo-Arya), nasionalis Ukraina, komunis, dan tahanan perang Soviet. Diperkirakan ada sekitar 100.000 – 150.000 orang dibunuh di Babi Yar selama pendudukan Jerman.
Sumber lain menyebutkan, selama pendudukan, diperkirakan antara 900.000 dan 1,6 juta orang Yahudi Ukraina dibunuh.
Pada tanggal 22 Juni 1941, yang dikenal dengan Operasi Barbarossa, Jerman menyerang Uni Soviet secara besar-besaran. Selanjutnya, Kiev diduduki pasukan Jerman dalam Pertempuran Kiev Pertama yang berlangsung dari 23 Agustus hingga 26 September 1941.
Sejak 26 September 1941, pengumuman tertulis dalam bahasa Rusia, Jerman, Ukraina dipasang di seluruh Kota Kiev, yang memerintahkan penduduk Yahudi di kota Kiev untuk berkumpul di Babi Yar–dulunya, tempat ini adalah salah satu dari banyak pemakaman Yahudi di kota itu.
Pemberitahuan itu berbunyi: “Pada hari Senin, 29 September, Anda harus hadir paling lambat pukul 07.00 pagi dengan membawa barang-barang, uang, dokumen, barang berharga, dan pakaian hangat Anda ke Jalan Dorogozhitshaya, di sebelah pemakaman Yahudi. Ketidakhadiran Anda dapat dihukum mati.”
Orang Yahudi diyakinkan bahwa dengan berkumpul di jurang Babi Yar pada waktu yang ditentukan, mereka akan dibawa atau dipindahkan ke tempat lain yang aman di negara itu. Namun, mereka justru dibunuh dalam salah satu peristiwa paling mematikan dalam Holocaust.
Kata holocaust berasal dari bahasa Yunani kuno yang berarti persembahan bakaran. Bahkan sebelum Perang Dunia II, kata ini terkadang digunakan untuk menggambarkan kematian sekelompok besar orang, tetapi sejak tahun 1945, istilah ini hampir identik dengan pembunuhan orang Yahudi Eropa selama Perang Dunia II. Itulah sebabnya kita menggunakan istilah Holocaust. Orang Yahudi juga menyebutnya dengan kata Shoah, yang dalam bahasa Ibrani berarti bencana.*** (dari berbagai sumber)
Pewarta: Iwan Ngadiman

