Merdeka17.id – Pada tanggal 25 September 1396 terjadilah perang antara aliansi bala tentara salib dari Hungaria, Bulgaria, Kroasia, Wallachia, Prancis, Bourgogne, Jerman, dan dibantu oleh angkatan laut Venesia dengan pasukan Utsmaniyah. Perang ini terjadi di Kota Nikopol (Nicopolis), Bulgaria.
Nikopol adalah sebuah kota di utara Bulgaria, pusat administratif munisipalitas Nikopol, bagian dari Provinsi Pleven, di tepi kanan sungai Danube, 4 kilometer (2 mil) dari mulut sungai Osam. Kota tersebut berada di kaki tebing kapur di sepanjang Danube dan lembah sempit. Pada Desember 2009, kota tersebut memiliki populasi 3.892 penduduk.
Bulgaria terletak di Eropa Tenggara, di Semenanjung Balkan bagian timur. Negara ini merupakan anggota Uni Eropa sejak 1 Januari 2007. Negara ini berbatasan dengan Rumania di utara, Serbia dan Makedonia Utara di barat, Yunani dan Turki di selatan, dan Laut Hitam di timur.
Perang ini disebut Pertempuran Nicopolis atau sering disebut sebagai Perang Salib Nicopolis–sebagai lokasi pertempuran besar antara Pasukan Salib Eropa dengan Kesultanan Utsmaniyah– karena merupakan salah satu Perang Salib skala besar yang terakhir pada Abad Pertengahan, bersama dengan Perang Salib Varna pada tahun 1443-1444.
Hubungan antara Utsmaniyah dengan Ottoman adalah hubungan sinonim. Utsmaniyah adalah ejaan Arab untuk nama kekaisaran tersebut sedangkan Ottoman adalah ejaan Barat atau internasional untuk “Utsmaniyah” atau Kesultanan Utsmaniyah. Keduanya merujuk pada kerajaan besar yang didirikan oleh Osman I dan berkuasa di wilayah yang luas dari abad ke-13 hingga awal abad ke-20.
Pertempuran Nicopolis terjadi karena pasukan Tentara Salib Eropa, yang dipimpin oleh Raja Sigismund dari Hongaria yang didukung oleh Paus Bonifasius IX ingin menghentikan ekspansi Kesultanan Utsmaniyah di Balkan dan Eropa.
Dengan mengumumkan perang salib suci melawan Sultan Bayezid I–pemimpin utama pasukan Kesultanan Utsmaniyah– memicu penyatuan pasukan Eropa untuk memerangi pasukan Utsmaniyah dalam pertempuran besar di Nicopolis.
Benteng Donau, atau lebih spesifik Benteng Nicopolis di tepi Sungai Donau, adalah lokasi pertempuran yang menjadi titik fokus Perang Salib Nicopolis tahun 1396. Sungai Donau tidak terletak di satu negara saja, melainkan mengalir melalui atau menjadi batas bagi 10 negara di Eropa, yaitu Jerman, Austria, Slowakia, Hongaria, Kroasia, Serbia, Bulgaria, Rumania, Moldova, dan Ukraina sebelum bermuara di Laut Hitam.
Pasukan Kesultanan Utsmaniyah berada di sepanjang Sungai Donau karena strategi untuk mempertahankan wilayah Eropa dan mengendalikan pergerakan musuh. Benteng-benteng di Donau berfungsi sebagai garis pertahanan strategis terhadap ekspansi kekuasaan asing, seperti invasi Rusia, serta untuk memperkuat posisi Utsmaniyah di Eropa Tenggara selama periode konflik.
Pasukan tentara salib mengepung Benteng Donau tersebut. Namun, Sultan Bayezid I meraih kemenangan gemilang dalam pertempuran ini. Pertempuran Nicopolis merupakan kekalahan militer yang dahsyat bagi para ksatria Kristen di tangan Turki Ottoman/Utsmaniyah pada tanggal 25 September 1396. Peristiwa ini mengakhiri upaya internasional besar-besaran untuk menghentikan ekspansi Turki ke Balkan dan Eropa Tengah.
Sultan Bayezid I dikenal sebagai “Yıldırım” atau “Petir” karena kecepatan dan kehebatannya menewaskan Tentara Salib dalam pertempuran ini. Kekalahan Tentara Salib di Nicopolis pada 25 September 1396 ini mengakhiri upaya perang salib skala besar terakhir untuk membendung kemajuan Utsmaniyah ke Eropa.*** (dari berbagai sumber)
Pewarta: Iwan Ngadiman

