Merdeka17.id – Lambannya penanganan keluhan publik/pasien di RSUP Kandou Manado diduga karena selain banyaknya “benalu yang menempel” di seputaran manajemen yang sudah keenakan “menghisap” kenikmatan, tidak profesional dalam bekerja, juga tidak ada keinginan untuk berubah menjadi lebih baik.
Mereka ini disinyalir adalah orang-orang yang menghalangi program Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, Merdeka17.id membentuk tim untuk mengulik satu per satu pelayanan di RSUP Kandou Manado dan akan dipublikasikan dalam beberapa episode.
Episode ke-7:
Minggu, 03 November 2024, kamar 201 dan 108, Ruang Kelas 1, Anggrek 2, menyisakan tanya. Pengunjung dari daerah luar sempat terheran-heran dibuatnya karena fasilitas pelayanan kelas 1 di RS Kandou Manado tidak sesuai atau di bawah standar pelayanan.
Beberapa fasilitas peralatan medis tidak berfungsi. AC tidak berfungsi maksimal. Kamar mandi tanpa penerangan. Dinding kotor. Hordeng kotor. Wastafel rusak tidak berfungsi. Sampah tidak buang sampai berhari-hari. Dispenser air minum kosong berhari-hari. Baru terisi saat ditanyakan. Pintu tanpa gerendel, dan lain-lain.
Belum lagi atap di lantai 2 yang tembus pandang hingga ke langit. Dari luar gedung, tampak atap bangunan yang sudah raib. Sofa pengunjung yang usang. Setelah pemberitaan merdeka17.id pada Senin, 04 November 2024, sofa tamu segera diganti dengan kursi besi paralel. Itupun sudah pada karatan di beberapa sisi.
Belum lagi pintu tanpa gerendel membuat rasa tidak aman dan nyaman. Apalagi selama beberapa malam satpam tidak pernah ada. Belum lagi loket kosong. Belum lagi petugas jaga di waktu malam hanya tertidur tanpa sadar ada orang yang sudah bolak balik di sekitar. Belum lagi ….

Patut dipertanyakan juga tentang catatan pelayanan yang diterima pasien (Rabu, 06 November 2024) di kolom “Tindakan/Prosedur” di angka 3 dan 6. Pasien hanya ingin menegaskan bahwa TIDAK PERNAH DISUNTIK selama 2 (dua) kali. Dan, visite dokter hanya 3 (tiga) kali.
Dari uraian di atas, tidaklah salah jika orang mulai berasumsi. Fasilitas pelayanan di bawah standar, apakah pembayaran klaim sebesar tarif kelas 1? Apakah selama ini tidak ada biaya maintenance sehingga kondisi fasilitas pelayanan kelas 1 hanya seperti ini? Kalau toh biaya maintenance ada, di-apakan saja uang-uang tersebut?
Pada Selasa, 05 November 2024 kabinet multifungsi dalam jumlah banyak diboyong keluar dari Anggrek 2. Kuat dugaan, menurut beberapa sumber, barang tersebut akan dipoles hingga tampak baru lagi kemudian dipergunakan lagi. Mudah-mudahan tidak ada penyelewengan pengadaan barang baru.
Ke mana Dewan Pengawas (atau apapun istilahnya) selama ini?***
——————————————–

