Merdeka17.id – Sosok rendah hati nan tegas ini baru saja mengakhiri masa tugasnya sebagai PNS pada 31 Desember 2024 lalu. Terakhir, Marry Sondakh bertugas sebagai Kepala Sekolah SD Negeri 31 Manado.
Di penghujung tugasnya, dia tetap semangat dalam menjalani tugas dan tanggung jawabnya. Pagi-pagi benar sudah tiba di sekolah bahkan dalam keadaan sakit pun dia tetap ngantor karena merasa bertanggung jawab terhadap tugas yang diembannya.
“Saya ingin mengakhiri pengabdian sebagai PNS dengan baik dan berkesan,” ungkap Marry Sondakh dalam suatu percakapan di ruang kerjanya menjelang liburan sekolah lalu.
Tanggal 23 Desember 2024, Marry Sondakh berulang tahun ke-60. Sebagai seorang guru yang mumpuni, Marry Sondakh dinilai sukses mengemban tugas tambahan sebagai kepala sekolah.
Setiap satuan pendidikan yang dipimpinnya selalu mengalami kemajuan yang cukup pesat, baik pengelolaan organisasi maupun peningkatan mutu pembelajaran. Ia bahkan dinilai sukses menjaga kekompakan tim dalam upaya mencerdaskan anak bangsa.

Kepala Sekolah dengan basis guru olahraga ini banyak mencetak prestasi akademik maupun non akademik. Tak heran berkat sentuhan tangan dinginnya satuan pendikan terus mengalami kemajuan.
Marry Sondakh yang juga adalah Ketua K3S (kelompok kegiatan kepala sekolah) Kecamatan Tikala ini menginginkan agar kepala sekolah pengganti dirinya bisa menjaga kekompakan tim yang sudah terjalin selama ini. “Saya tidak mau pengganti saya nanti hanya merusak tatanan yang sudah dibangun dengan susah payah karena semuanya akan bermuara ke siswa,” tuturnya.
Istri tercinta dari Evert Lumi ini mengawali kariernya sebagai guru olahraga honorer di SD GMIM 31 Karombasan Manado selama 3,5 tahun. Tahun 1988, ia diangkat menjadi PNS dan ditempatkan di SD Negeri 46 Jati Tuminting. Cukup lama dia di sini, kemudian dipindahkan ke SD Negeri 120 Tikala–kini sudah di-merger dengan SD Negeri 02 Manado.
Berkat dedikasi dan kompetensi yang dimilikinya, ia dipercayakan menjadi Kepala Sekolah SD Kartika Perkamil Manado hampir 10 tahun. Banyak yang telah dilakukan hingga satuan pendidikan yang dikelola oleh yayasan ini mengalami kemajuan yang signifikan ditandai dengan membludaknya jumlah siswa yang masuk. Padahal sekolah swasta tersebut diapit oleh dua sekolah negeri, yakni: SD Negeri 55 Manado dan SD Negeri 30 Manado.
Setelah lama berkarir di sekolah swasta, Marry Sondakh pun kemudian dipercayakan memimpin SD Negeri 105 Paal 4 Manado selama 4 tahun lebih. Setelah itu, sosok pekerja keras dan penuh tanggung jawab ini dimutasi untuk memimpin SD Negeri 31 Manado selama setahun lebih hingga pensiun.
Praktis selama 36 tahun lebih mengabdi sebagai PNS di mana selama 15 tahun berturut-turut dipercayakan sebagai kepala sekolah. “Saya ingin mengahiri pengabdian saya sebagai PNS dengan segala baik,” katanya meyakinkan.

Setelah purna tugas, ternyata, sosok yang tidak banyak bicara ini masih disibukkan lagi dengan tugas pelayanan sebagai Sekretaris WKI Jemaat GMIM Golgota Bukit Ranomuut Permai Manado, Wakil Ketua PBSI Kota Manado, serta organisasi profesi lainnya.
“Saya sudah siap untuk melepas predikat sebagai PNS,” tutur Marry Sondakh sembari melempar senyum khasnya.***
Penulis: Meldi Sahensolar
Editor: Iwan Ngadiman

