Sea (Minahasa), Merdeka17.id – Pasca dieksekusinya seekor anjing betina yang diduga rabies (gila anjing) di Perumahan Griya Sea Lestari 2, Desa Sea, Jaga 3, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara pada Senin, 09 Juni 2025 pukul 18.41 WITA para warga memohon peran serta pihak yang berkompeten untuk lebih serius menanggapinya.
Lemahnya penanganan kasus ini, warga berharap agar Gubernur Yulius Selvanus turun tangan untuk mengatasinya. Di sisi lain, mereka khawatir, dengan banyaknya calon pasien maka pihak puskesmas ataupun dari Dinas Peternakan akan kekurangan vaksin, baik untuk manusia ataupun hewan.
Sebanyak 16 Anjing Di-vaksin Rabies
Hingga Selasa, 10 Juni 2025 pukul 15.40-16.50 WITA atas inisiatif warga maka warga mendatangkan mantri anjing (profesional) untuk mengatasinya. Sebanyak 16 anjing warga divaksin rabies.
Rinciannya: 6 anjing yang telah digigit oleh anjing yang diduga mengidap rabies, dan 10 anjing milik warga dengan kerelaan sendiri divaksin rabies. Kesemuanya berbayar. Keenam anjing tersebut akan dilihat 2-4 hari ke depan, apakah akan bertahan hidup atau tidak?

Petugas PPL
Menurut laporan warga, anjing tersebut telah menyerang dan menggigit setidaknya 6 (enam) anjing tetangga. Sebenarnya, sudah ada 4 (empat) petugas PPL (penyuluh pertanian lapangan) yang datang ke perumahan tersebut pada Selasa, 10 Juni 2025 sekitar pukul 10.00 WITA. “Kami ditelefon oleh dokter Puskesmas Pineleng untuk mengecek kebenaran informasi ini,” kata petugas.
Oleh petugas disarankan agar kepala anjing tersebut dipenggal, selanjutnya dibawa ke laboratorium hewan di Kalasey. Namun, warga sudah pada takut untuk dekat-dekat dengan bangkai anjing tersebut yang masih dibiarkan di kintal warga.
Bangkai Sudah Ditanam
Menurut warga pula, pihaknya sudah menelefon Hukum Tua Sea atas kejadian ini. Pada sore menjelang malam (Selasa, 10 Juni 2025), menurut warga, bangkai anjing itu ditanam oleh perangkat desa tapi kepala anjing itu tidak dipenggal untuk diperiksakan ke laboratorium.

Beberapa warga yang peduli, melalui koleganya, menghubungi Puskesmas Pineleng, dari WAG (WhatsApp Group) dijelaskan bahwa pihak Puskesmas Pineleng menunggu warga masyarakat yang merasa sudah kontak dengan anjing yang diduga mengidap rabies maupun warga yang anjing peliharaannya telah digigit oleh anjing yang diduga rabies tersebut.
Warga yang merasa sudah terkontaminasi atau berhubungan langsung dengan anjing-anjingnya berencana untuk datang rame-rame ke Puskesmas Pineleng pada Rabu, 11 Juni 2025.***
Baca juga: https://merdeka17.id/drama-eksekusi-anjing-yang-diduga-rabies-di-sea/
Baca juga: https://merdeka17.id/sebanyak-13-melapor-2-orang-saja-di-vaksin-rabies/
Pewarta: Iwan Ngadiman

