Merdeka17.id – Sebanyak110 siswa di SD Negeri Pandu Cerdas Manado belum terdata di Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Akibatnya, sekitar 100 juta rupiah lebih dana BOS tidak bisa didapat. Penyebabnya, operator tidak bekerja maksimal.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua K3S (kelompok kegiatan kepala sekolah) Kecamatan Bunaken Darat Rusmin Sigar kepada Merdeka17.id pada Selasa, 07 Januari 2025. Dari data yang ada, SD Negeri Pandu Cerdas Manado memiliki 230 siswa dan hanya 120 siswa saja yang tercatat di Dapodik (Data Pokok Pendidikan).
Rusmin Sigar yang adalah Kepala Sekolah SD Negeri Pandu Manado, saat ini, diberikan kepercayaan tambahan sebagai Plt. Kepala Sekolah SD Negeri Pandu Cerdas Manado karena kepala sekolah sebelumnya telah pensiun.
Untuk itu, Rusmin Sigar yang sukses mengantar SD Negeri Pandu Manado menjadi Sekolah Penggerak, berupaya keras meng-entry data siswa yang sudah memenuhi syarat administrasi ke Dapodik (Data Pokok Pendidikan).
Diungkapkan pula, ada beberapa siswa pindahan yang masih tercatat di sekolah lama dan belum dikeluarkan dari Dapodik.
Makanan Bergizi
Mengenai pelaksanaan program makan gratis makanan bergizi, Rusmin Sigar mengatakan bahwa TNI sudah melakukan pendataan jumlah orang. “Kami sedang menunggu realisasinya,” katanya.
Dia juga berharap agar pemberian makanan bergizi gratis ini diberikan sebelum jam istirahat agar bisa disantap bersama oleh siswa. Sebab, kalau lewat jam istirahat, makanan pasti dibawa pulang oleh anak-anak.
Mengenai instruksi untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan melaksanakan Senam Sehat Anak Indonesia Hebat di setiap apel pagi, menurut Rusmin Sigar, pihaknya sudah mulai menerapkannya.
“Mereka sudah mulai latihan di sekolah. Bahkan setiap siswa sudah dikirim video untuk berlatih di rumah,” ujar Rusmin Sigar.***
Kontributor: Meldi Sahensolar
Editor: Iwan Ngadiman

