Terjemahan redaksi: “Tidak pernah ada pemikiran untuk menaikkan UKT. Pak Menteri pasti akan marah. Kami akan menjaga/melindungi mahasiswa Unsrat dengan tidak menaikkan UKT. Itu yang ingin kami sampaikan.”
Manado, Merdeka17.id – Wakil Rektor Unsrat Bidang Akademik Arthur Gehart Pinaria menegaskan bahwa tidak benar ada kenaikan UKT (uang kuliah tunggal). Hal ini menepis isu yang berkembang beberapa waktu terakhir ini.
Demikian Arthur Gehart Pinaria saat menerima kunjungan Tim DPW ADAKSI Sulawesi Utara di ruang kerjanya pada Kamis, 22 Mei 2025 lalu pukul 13.45 WITA.
“Tidak pernah ada pikiran untuk menaikkan UKT (uang kuliah tunggal). Menteri pasti akan marah. Bahwa jangan, sampe katu bilang … torang mo jaga ni mahasiswa Unsrat. Torang mo jaga bahwa nyanda pernah dalam pikiran torang bahwa UKT akan dinaikkan. Nyanda sama sekali. Itu yang torang mo bilang,” tegas Arthur Gehart Pinaria dalam bahasa Manado.
Terjemahan redaksi: “Tidak pernah ada pemikiran untuk menaikkan UKT. Pak Menteri pasti akan marah. Kami akan menjaga/melindungi mahasiswa Unsrat dengan tidak menaikkan UKT. Itu yang ingin kami sampaikan.”
Klarifikasi
Salah satu pentolan ADAKSI Rivo Sumampouw pun menyela mengklarifikasi bahwa pernyataan kenaikan UKT bukan dari Pimpinan Unsrat. Tetapi, ADAKSI khawatir jika tuntutan mereka di point 1 dan 2 dipenuhi maka akan dibarengi dengan kenaikan UKT.
DPW ADAKSI Sulawesi Utara menuntut 4 hal, yakni: (1) Remunerasi minimal setara nilai tukin (tunjangan kinerja) untuk seluruh dosen; (2) Kembalikan ke BLU non remunerasi jika tidak minimal setara tukin; (3) Menolak kenaikan UKT; dan (4) Rektor mundur jika tidak peduli dengan kesejahteraan dosen.
“Makanya, sebelum dinaikkan torang so antisipasi. Begitu. Jadi, tidak seperti yang Ralfie– Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni,red– bilang, mo pake mo ancam-ancam,” jelas Rivo Sumampouw.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

