Merdeka17.id – Pada tanggal 22 September 1949, Presiden Amerika Serikat Harry S. Truman (presiden ke-33) secara resmi mengumumkan kepada publik bahwa Uni Soviet telah berhasil meledakkan bom atom pertamanya. Di masa itu, Presiden Uni Soviet adalah Josef Stalin.
Pengumuman ini terjadi satu hari setelah deteksi uji coba nuklir Soviet pertama, yang menandai perubahan signifikan dalam keseimbangan kekuatan dunia dan dimulainya era nuklir dalam Perang Dingin.
Di lokasi uji coba terpencil di Semipalatinsk, Kazakhstan, Uni Soviet berhasil meledakkan bom atom pertamanya, dengan nama sandi “First Lightning/Petir Pertama”. Untuk mengukur dampak ledakan tersebut, para ilmuwan Soviet membangun gedung, jembatan, dan bangunan sipil lainnya di sekitar lokasi bom, menjadikannya negara kedua yang mengembangkan dan berhasil menguji perangkat nuklir.
Uji coba ini menandai dimulainya perlombaan senjata nuklir “Perang Dingin” antara kedua negara adidaya, yakni Amerika Serikat dan Uni Soviet. Dengan uji coba bom atom pertama Uni Soviet pada tanggal 29 Agustus 1949, perlombaan senjata nuklir “Perang Dingin” antara Uni Soviet dan Amerika Serikat pun dimulai.
Uni Republik Sosialis Soviet (URSS), lebih dikenal dengan nama Uni Soviet dengan ibu kota Moskow, adalah negara sosialis yang pernah ada dari tahun 1922 hingga 1991 di Eurasia. Uni Soviet telah pecah menjadi 15 negara.
Kelima belas negara pecahan Uni Soviet adalah Armenia, Azerbaijan, Belarus, Estonia, Georgia, Kazakhstan, Kirgistan, Latvia, Lituania, Moldova, Rusia, Tajikistan, Turkmenistan, Ukraina, dan Uzbekistan. Negara-negara ini terbentuk setelah pembubaran Uni Soviet pada tahun 1991.*** (dari berbagai sumber)
Pewarta: Iwan Ngadiman
