Manado, Merdeka17.id – Kepala Sekolah SD Katolik 17 Tarsisius Manado Lexie Palohoen mengatakan bahwa distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lancar dan sudah tiba di sekolah sebelum jam istirahat pertama. “Sekitar jam 8 pagi makanan sudah berada di sekolah.”
Menurutnya, sejak diluncurkan pada 06 Februari 2025, program andalan Presiden RI Prabowo Subianto ini berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sebagai sekolah sampel, suplai makanan dari dapur umur ke sejumlah satuan pendidikan tepat waktu.
Saat jam istirahat para siswa dikumpulkan di kelas, lalu para guru membagikan makanan untuk disantap bersama. Sebelum makan para siswa wajib cuci tangan di tempat yang sudah disediakan di depan kelas masing masing. Mereka berbaris dengan tertib sehingga terbiasa dengan budaya antri.
Susu Seminggu Sekali
Dikatakan, pihaknya selalu mengajarkan siswa tentang cara makan yang benar, antara lain: makan dengan tertib dan sopan, sendok tidak bunyi, dan makanan tidak jatuh di lantai.
Selesai makan, para siswa membawa perangkat makan yang dipakainya ke ruangan yang sudah ditentukan. Sendok, garpu, dan perangkat makan lainnya dicuci sendiri, dikeringkan, dan disimpan. Hal ini dimaksudkan agar anak bisa mandiri. Alat makan dan air minum dibawa sendiri.
Dijelaskan, menu makanan adalah 4 sehat 5 sempurna. Ada nasi, ikan, sayur, dan buah segar. Susu diberikan seminggu sekali. Tadinya, ada siswa yang enggan makan sayur namun setelah diperbiasakan, akhirnya sisa makanan tidak ada lagi sayuran.
Selain itu, menurut Lexie Palohoen, pernah suatu kali makanan tidak dibawa karena alasan teknis. Hal itu segera diberitahukan ke sekolah dan para orang tua membawakan makanan ke para siswa. “Kebetulan sekolah kami dijadikan sampel karena dapur umum ada di Kodim Manado yang letaknya hanya bersebelahan.”***
Kontributor: Meldi Sahensolar
Editor: Iwan Ngadiman

