Kabid Pencegahan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado Retzy Manoppo menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran. “Kami turun full team. Seluruhnya ada sebelas mobil pemadam kebakaran yang terlibat.”
Manado, Merdeka17.id – Kebakaran besar di Lorong Sakura, Kelurahan Sario Lingkungan III, Kecamatan Sario, Kota Manado, Provinsi Sulut yang terjadi pada Senin, 12 Oktober 2026 pukul 16.55 WITA meludeskan tiga rumah milik Keluarga Sengkey-Sumampouw (sumber api), Keluarga Hans Tangkau-Kaunang (rumah kedua), dan Keluarga Sondakh-Saroinsong.
Api juga sempat menjalar ke rumah Keluarga Lie-Walukow, dan rumah eks Keluarga Pascoal-Talumingan yang terletak di Jalan Mawar namun berhasil dijinakkan oleh petugas pemadam kebakaran dengan empat mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan khusus di Jalan Mawar.

Korsleting Listrik
Lurah Sario Rio Saeh yang didampingi Kepala Lingkungan III Adolf Muaya mengatakan bahwa api bermula dari Keluarga Sengkey-Sumampouw mengutip seorang saksi yang menyadari dan melihat ada asap yang keluar dari bubungan atap rumah.
Saksi yang menyadari dan melihat asap tersebut segera berteriak memberitahu pemilik rumah. Ternyata, pemilik rumah pun tidak menyadari akan hal itu. Menurut saksi, hanya dalam hitungan detik asap yang semula putih, seperti orang membakar rumput, menjadi api. “Tiba-tiba menjadi asap hitam yang menggumpal besar ditiup angin, hingga munculnya api,” jelas saksi Gladys Politon.

Baik Wakapolresta Manado AKBP Eko Sisbiantoro dan Lurah Sario Rio Saeh yang dihubungi di tempat kejadian belum bisa memastikan sebab kebakaran dan besarnya kerugian. Namun, beberapa tetangga dekat menyebutkan, melihat kejadiannya, diduga kuat akibat korsleting listrik. “Instalasi listrik di rumah tersebut sudah tua,” jelas seorang warga wanita.
Water Canon Jago
Sementara itu, petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado, yakni Kabid Pencegahan Retzy Manoppo, dan Kabid Sarpras Imran Saleh, di lokasi kejadian, menyebutkan bahwa api berasal dari Keluarga Sengkey-Sumampouw kemudian menjalar ke rumah milik Keluarga Hans Tangkau-Kaunang di sebelah kirinya. “Hal ini terjadi karena angin bertiup sangat kencang,” jelas Kabid Sarpras Imran Saleh.
Keduanya mengakui bahwa water canon, baik dari Polda Sulut dan TNI, adalah kunci sehingga kobaran api yang besar bisa dikendalikan dan dijinakkan secepatnya.
Selanjutnya, Kabid Pencegahan Retzy Manoppo menjelaskan bahwa pihaknya mengerahkan delapan unit mobil pemadam kebakaran. “Kami turun full team. Seluruhnya ada sebelas mobil pemadam kebakaran yang terlibat,” kata Kabid Pencegahan Retzy Manoppo.
Lebih lanjut, Wakapolresta Manado AKBP Eko Sisbiantoro menjelaskan bahwa pihaknya menurunkan satu water canon ditambah satu water canon dari TNI. Namun, masyarakat di Jalan Mawar menambahkan bahwa satu water canon dari Brimob Polda Sulut juga ambil bagian di saat terakhir.

Kabid Sarpras Imran Saleh menjelaskan bahwa kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 WITA. “Saat ini (pukul 18.50 WITA, red.) sementara proses pendinginan,” pungkas Imran Saleh.
Pantauan media ini, mereka yang terlibat memadamkan api adalah dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado, Polresta Manado, Polsek Sario, TNI, Lurah Sario beserta perangkatnya, dan warga masyarakat. Tampak juga Kasat Lantas Polresta Manado yang baru Kompol Vonna Deiby Frouna Palilingan di depan Lorong Sakura.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

