Manado, Merdeka17.id – Dianggap hendak menyerobot antrian pasien, seorang oknum residen interna RSUP Kandou Malalayang Manado teriak dengan suara lantang di Poli Rehabilitasi Medik: “Saya TNI!” akhirnya berujung dilapor ke Markas Lanud SRI Manado, dan di Bagian Pengaduan RSUP Kandou.
Kejadian memalukan itu terjadi sebelum pukul 12.00 WITA pada Rabu, 7 Oktober 2026, yang menyeret juga seorang petugas rumah sakit itu yang diduga kuat telah memberikan peluang tidak terpuji untuk serobot antrian. Petugas ini juga diadukan ke Bagian Pengaduan RSUP Kandou pada Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 14.00 WITA.
Ringkas Cerita
Menurut pelapor–Iwan, berawal dari antrian di Poli Rehabilitasi Medik. Si Residen dianggap main serobot saja padahal beberapa pasien sedang berdiri antri. Ulahnya yang terlalu over itu segera ditegur oleh si pelapor: “Antri, Dokter,” sambil mencolek lengan kiri si dokter yang sudah mau masuk ruang registrasi. Terjadilah cekcok kecil.
Berbohong
Datang seorang petugas rumah sakit menengahi. Dia berdalih bahwa data si pasien hanya dicek di sistem komputer. Hal ini diiyakan oleh si pasien seorang ibu berseragam TNI AU yang mengaku bahwa dia baru pertama kali datang berobat. Sebelumnya, si residen tidak bisa menunjukkan karcis antrian ketika dimohon. Jadi, pelapor percaya bahwa hanya mengecek sistem.
Beberapa saat kemudian, si residen dan si pasien lewat di depan pelapor dan masuk ke ruang ORTOTIK PROSTETIK pukul 12.08 WITA dan keluar pukul 12.30 WITA. Selanjutnya diantar petugas ke ruang FISIOTERAPI 2 dan selesai sekitar pukul 12.57 WITA.
Diadukan
Oleh pelapor, oknum petugas rumah sakit dan pasien dianggap berbohong dan hanya mementingkan diri sendiri, yang merasa punya power sebagai seorang TNI dan residen interna, maka diadukan.
Di Bagian Humas (Pengaduan), pelapor diterima oleh Penanggung Jawab Kiki Manoppo, dan berjanji akan menindaklanjutinya. “Si terlapor akan dipanggil dan dimintai keterangannya.” Sebelumnya, hal ini sudah diadukan ke Penanggung Jawab Poli Rehabilitasi Medik Joko.
Si residen interna yang mengaku TNI AU, juga dilaporkan ke Piket Jaga Markas Lanud SRI Manado yang diterima oleh perwira jaga Letda Kusnadi. Selanjutnya, aduan diarahkan ke Pejabat Sementara Kepala Penerangan (Kapen) Lanud SRI Manado Kapten (Sus) Agustinus Tangkidi.
“Kami akan mencari info, memanggil si residen tersebut, dan memintai keterangannya,” ujar Kapten (Sus) Agustinus Tangkidi singkat di Markas Lanud SRI Manado pada Rabu, 7 Oktober 2026 sore.
Laporkan ke Presiden
Sementara itu, Iwan si pelapor mengatakan, oknum residen interna itu juga akan dilaporkan ke Dekan Fakultas Kedokteran UNSRAT. “Mengingat hari sudah sore, maka laporannya akan dilanjutkan kemudian,” seraya menambahkan, “Semua laporan aduan masih lisan. Jika tidak diindahkan, dilanjutkan dengan laporan resmi dan formal, yakni tertulis.”
Ditambahkan, tidak tertutup kemungkinan si residen yang tampak arogan dan sok berkuasa yang teriak: “Saya TNI!” akan dilaporkan juga ke Presiden Prabowo Subianto.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

