Manado, Merdeka17.id – Antrean di tiga SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Kota Manado, yakni: Sario, Wanea, dan Malalayang pada Kamis, 15 Oktober 2026 tampak mengular hingga puluhan meter bahkan ratusan. Pengamatan ini dilakukan sejak pukul 08.35 – 09.43 WITA.
Akibatnya, terjadi macet maupun perlambatan laju kendaraan di Jalan Ahmad Yani Sario, Jalan Samrat Wanea, dan jalur Malalayang dimulai dari Kost Pelangi ke arah Tateli, menghalangi jalur masuk-keluar tempat usaha warga masyarakat, halaman rumah orang, lorong, kantor pemerintah, sekolah dasar, dan mengganggu kenyamanan hak pejalan kaki di trotoar.
Di Wanea
Pemandangan seperti ini sudah lumrah di beberapa titik yang ada SPBU di Kota Manado. Cuma, menurut pengakuan seorang petugas di SPBU Wanea, dalam seminggu terakhir ini terjadi lonjakan antrean yang begitu banyak dan panjang serta tidak biasa.
Di depan kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Daerah, Provinsi Sulut, di Wanea, beberapa ASN turun tangan agar jalur masuk-keluar kantor tidak terhalangi oleh kendaraan yang antre. Hal yang sama juga di depan sebuah Sekolah Dasar yang terletak di samping kanan SPBU Wanea. Situasi ini jelas-jelas mengganggu kerja para ASN tersebut.
Tidak ada petugas polantas yang datang mengatur situasi ini. Bahkan sempat terjadi cekcok antara sopir mobil dengan warga masyarakat yang mengatur jalur masuk ke SPBU Wanea. Antrean ini menjadi dua, untuk antrean roda empat, dan roda dua. Petugas SPBU juga tidak ada yang mengatur.

Di Sario
Di Jalan Ahmad Yani Sario terjadi perlambatan laju kendaraan. Penyebabnya, selain kendaraan yang antre mengular dari Kantor Taspen, juga dikarenakan adanya perbaikan drainase dan trotoar di sisi kanan jalan sehingga terasa jalannya menyempit.
Di SPBU Sario ada tiga polisi. Namun pada pukul 08.35 WITA dua polisi berangkat pergi entah mengapa?

Di Malalayang
Begitu juga di SPBU Malalayang, terjadi perlambatan laju kendaraan dari Malalayang ke Tateli yang tidak seperti biasanya. Tampak di beberapa titik, ada dua jalur antrean. Tidak ada petugas yang mengatur.
Tidak Tahu
Media ini menemui pengawas SPBU Sario, dan Wanea, berturut-turut: Steven dan Mario. Ketika disinggung tentang antrean yang mengular panjang dari Kantor Taspen hingga ke SPBU Sario, Steven mengelak bahwa tanggung jawab itu sudah diserahkan ke petugas polantas yang berdiri di pintu keluar SPBU.
Ketika ditanya, kenapa antrean begitu panjang sekali, baik Steven maupun Mario mengaku bahwa pihaknya tidak tahu. Mereka bersikeras bahwa mereka hanya melakukan tugas untuk menyalurkan BBM ke masyarakat yang membutuhkannya.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

