Merdeka17.id – Hari Kontrasepsi Sedunia (World Contraception Day/WCD) jatuh pada tanggal 26 September. WCD ini diperingati pertama kali oleh sepuluh organisasi keluarga berencana internasional pada Rabu, 26 September 2007.
Kesepuluh organisasi yang menjadi penggagas WCD antara lain adalah International Planned Parenthood Federation (IPPF), United Nations Population Fund (UNFPA), dan Marie Stopes International.
Perayaan ini tidak dibatasi oleh satu lokasi geografis tertentu, melainkan diperingati secara luas di seluruh dunia oleh lembaga dan individu yang mendukung tujuan kampanye tersebut. WCD didukung oleh koalisi 15 LSM internasional, organisasi pemerintah, dan masyarakat ilmiah dan medis yang berkepentingan untuk menyebarkan pengetahuan yang benar tentang kesehatan seksual dan reproduksi.
Kelompok-kelompok ini bekerja sama dengan perusahaan farmasi Bayer AG untuk menciptakan kampanye global. Tujuan mereka sederhana, yakni: membantu masyarakat mempelajari tentang kontrasepsi secara jelas dan terbuka.
Tujuan WCD adalah meningkatkan kesadaran global tentang berbagai metode kontrasepsi yang aman dan efektif, mendorong diskusi terbuka tentang kesehatan seksual dan reproduksi, serta meningkatkan akses dan penggunaan kontrasepsi untuk mengurangi kehamilan yang tidak diinginkan, dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak secara keseluruhan.
Jenis Alat Kontrasepsi
Jenis-jenis alat kontrasepsi dapat meliputi: pil, alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)/IUD (Intrauterine Divice), vasektomi, dan kondom. Beberapa jenis alat kontrasepsi bekerja lebih baik daripada yang lain. Ada banyak jenis alat kontrasepsi, dan masing-masing jenis memiliki cara kerja yang sedikit berbeda.
Penemu Pil
Penemu dan pengembang utama pil kontrasepsi (KB) adalah tim yang terdiri dari Gregory Pincus, John Rock, dan Carl Djerassi, yang pada tahun 1950-an berhasil menciptakan alat kontrasepsi oral. Selain itu, Margaret Higgins Sanger adalah seorang aktivis yang mendirikan klinik KB pertama di AS dan menjadi pelopor gerakan keluarga berencana modern.
Carl Djerassi–dari Austria– adalah seorang ahli kimia yang secara luas dianggap sebagai bapak pil KB/bapak kontrasepsi. Dia berhasil mensintesis norethindrone, hormon yang akhirnya menghasilkan terciptanya kontrasepsi oral pertama yang layak.
Pengembang AKDR/IUD
Pada abad ke-18, Giacomo Casanova, seorang petualang Italia yang dikenal sebagai perayu ulung dan memiliki banyak kekasih wanita, adalah salah satu orang pertama yang dilaporkan menggunakan “tutup pengaman” untuk mencegahnya menghamili wanita simpanannya.
Pada tahun 1909, Dr. Richard Richter mengembangkan AKDR pertama yang terbuat dari usus ulat sutra, yang kemudian dikembangkan dan dipasarkan di Jerman oleh Ernst Gräfenberg pada akhir tahun 1920-an. Alat kontrasepsi ini dianggap tidak efektif dan bahkan tidak aman digunakan oleh perempuan.
Vasektomi
Vasektomi adalah prosedur sterilisasi permanen pada pria yang memotong atau menutup saluran sperma (vas deferens) sehingga sperma tidak dapat keluar saat ejakulasi dan mencegah kehamilan. Prosedur ini merupakan bentuk kontrasepsi yang sangat efektif dan minim komplikasi, di mana pria tetap dapat berhubungan intim dan berejakulasi tanpa menyebabkan kehamilan, meskipun tidak melindungi dari infeksi menular seksual.
Tidak ada penemu tunggal untuk vasektomi. Tercatat, Eugen Steinach–seorang pria kelahiran Hohenems, Austria pada tangggal 27 Januari 1861– adalah tokoh penting yang mempopulerkan dan mengembangkan Prosedur Peremajaan Steinach di tahun 1920, yang ia klaim dapat meremajakan pria dengan meningkatkan produksi hormon seks mereka.
Dokter Reginald Harrison dari London, pada tahun 1899 melakukan operasi vasektomi pertama pada manusia, bukan untuk tujuan sterilisasi, melainkan untuk mengobati pembengkakan atau penyusutan pada prostat. Peristiwa ini adalah salah satu langkah awal yang penting dalam sejarah prosedur tersebut.
Pada tahun 1974, dokter Li Shun Qiang dari Tiongkok mengembangkan metode Vasektomi Tanpa Pisau (No Scalpel Vasectomy/NSV), sebuah teknik prosedur sterilisasi pria minimal invasif yang lebih mudah diterima dan mengurangi komplikasi dibandingkan metode tradisional, dan telah diadopsi secara global.
Kondom
Tercatat, sudah sejak 3000 SM, Raja Minos dari Kreta sudah menggunakan alat kontrasepsi ini yang terbuat dari kandung kemih kambing. Selain itu, penggunaan kondom dari linen atau usus hewan untuk mencegah penyakit.
Kondom karet pertama ditemukan pada tahun 1855 oleh Charles Goodyear, dan produksi massal kondom karet mulai terjadi di akhir tahun 1850-an. Akhirnya, ditemukan material lateks yang lebih modern dan dikembangkan pada tahun 1920-an yang jauh lebih tipis, tahan lama, dan murah.*** (dari berbagai sumber)
Pewarta: Iwan Ngadiman

