Merdeka17.id – Hari Guru Sedunia atau World Teacher’s Day diperingati setiap tanggal 5 Oktober untuk merayakan seluruh guru di seluruh dunia. Versi lain menetapkan bahwa Hari Guru Sedunia jatuh pada tanggal 5 September untuk menghormati tanggal kelahiran Sarvepalli Radhakrishnan (5 September 1888 – 17 April 1975).
Siapakah Sarvepalli Radhakrishnan? Ia adalah seorang filsuf dan sastrawan. Ia menjabat Wakil Presiden India pada 1952 dan terpilih menjadi Presiden India kedua pada 1962, jabatan kepresidenannya berakhir pada 1967. Di India, hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Guru untuk menghargainya.
Kedua tanggal ini ( 5 September dan 5 Oktober) memiliki tujuan yang sama mulia, namun berbeda tanggal dan latar belakang sejarah. Hari ini berfungsi sebagai platform penting untuk mengapresiasi dedikasi, komitmen, dan dampak mendalam para guru, sekaligus mengadvokasi hak-hak mereka dan meningkatkan kondisi kerja . Akar Hari Guru Sedunia berawal dari momen penting dalam sejarah pendidikan.
UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization ) menetapkan tanggal 5 Oktober sebagai Hari Guru Sedunia pada tahun 1994, merayakan langkah besar yang diambil oleh para guru pada tanggal 5 Oktober 1966, ketika sebuah konferensi antarpemerintah khusus yang diselenggarakan oleh UNESCO di Paris mengadopsi Rekomendasi UNESCO/ILO mengenai Status Guru, bekerja sama dengan ILO (International Labour Organization).
Tanggal ini dipilih untuk memperingati penandatanganan Recommendation Concerning the Status of Teachers oleh UNESCO dan Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada 5 Oktober 1966. Dokumen tersebut merupakan tonggak penting dalam pengakuan terhadap hak-hak.
Meski berbeda, keduanya memiliki makna yang sama penting. Di Indonesia, Hari Guru Nasional menumbuhkan rasa kebanggaan dan penghargaan terhadap jasa guru. Sementara Hari Guru Sedunia memperluas perspektif bahwa guru di seluruh dunia menghadapi tantangan serupa dalam mendidik generasi penerus.
Tujuan diperingatinya Hari Guru Sedunia dalah untuk memberikan dukungan kepada para guru di seluruh dunia dan meyakinkan mereka bahwa keberlangsungan generasi pada masa depan ditentukan oleh guru.*** (dari berbagai sumber)
Pewarta: Iwan Ngadiman

