Manado, Merdeka17.id – Gubernur Yulius Selvanus mendorong pembukaan penerbangan Manado-Tokyo, menyusul digelarnya pertemuan bilateral dengan Pemerintahan Prefektur Nagasaki, Jepang.
Momentum kemitraan itu tercermin dalam kunjungan delegasi Pemerintah Prefektur Nagasaki, dipimpin Direktur Departemen Kebudayaan, Pariwisata, dan Hubungan Internasional Mr. Date Yoshihiro, didampingi Kepala Seksi Divisi Promosi Pariwisata Mr. Nagano Atsushi, Asisten Kepala Seksi Divisi Promosi Pariwisata Ms. Machida Noriko, dan Direktur Promosi Tenaga Kerja Asing Dive.co.Ltd., Ms. Suganuma Motoi, serta unsur pelaku industri pariwisata dan ketenagakerjaan Jepang.
Kunjungan ini disambut Gubernur Yulius Selvanus, didampingi Wakil Gubernur Johannes Victor Mailangkay, Asisten I Denny Mangala, Pelaksana Tugas (Plt) Asisten II Christiano Talumepa, Asisten III Franky Manumpil, Kepala Dinas Pariwisata dr. Devi Tanos, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Daerah Femmy Suluh, dan Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Syalom Korompis.
Pelaksana Harian (Plh.) Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (DKIPS) Provinsi Sulawesi Utara Denny Mangala menjelaskan, kunjungan itu berfokus pada dua poros kerja sama, penguatan sektor pariwisata dan pembukaan peluang kerja, serta magang bagi tenaga kerja asal Sulut di bidang perhotelan di Jepang.
“Gubernur Sulut secara tegas menyambut baik kolaborasi ini. Apalagi, Prefektur Nagasaki dan Sulut, sama-sama memiliki karakteristik destinasi wisata bahari dan budaya, untuk dikembangkan dalam kerangka promosi lintas batas,” ungkapnya.

Denny Mangala menambahkan, kerja sama tersebut berpeluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi di luar negeri, melalui jalur magang dan kerja di Jepang, terutama pada sektor industri pariwisata dan hospitality, yang menuntut standar tinggi dan profesionalisme.
Tak berhenti pada kerja sama sumber daya manusia (SDM) dan promosi wisata, Gubernur juga secara eksplisit menyampaikan aspirasi penting Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kepada Pemerintah Jepang, melalui Pemerintah Provinsi Nagasaki, yakni mendorong beroperasinya jalur penerbangan Manado-Tokyo.
“Penerbangan langsung ini sangat strategis, tidak hanya untuk mendongkrak arus wisatawan Jepang ke Sulut, tetapi juga mempercepat dan mempermudah mobilisasi tenaga kerja Sulut yang ingin bekerja di Jepang, termasuk tenaga kerja Sulut yang bekerja di Jepang yang akan cuti di kampung halaman” kata Denny Mangala mengutip ucapan gubernur.
Menurutnya, konektivitas udara menjadi salah satu simpul utama memperkuat relasi Sulawesi Utara dalam konteks global, baik dari aspek ekonomi, pariwisata, maupun diplomasi sosial-budaya.

Kerja sama antara Sulawesi Utara dan Nagasaki bukan kali pertama terjalin. Namun dengan kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus, sinergi ini diproyeksikan untuk naik kelas menjadi kemitraan strategis berkelanjutan, dan berdampak langsung kepada rakyat.
“Ini bukan sekadar seremoni protokoler antarpejabat. Ini adalah fondasi nyata untuk diplomasi daerah yang produktif dan transformatif. Kita membuka ruang-ruang kolaborasi lintas budaya yang mampu mempercepat transformasi daerah, menuju provinsi berdaya saing internasional,” pungkas Denny Mangala.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

