Manado, Merdeka17.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado dinilai berulah lagi. Peringatan keras Presiden Prabowo Subianto tentang efisiensi anggaran, serta para birokrat yang tidak berpihak dan hanya menyusahkan rakyat maka akan dievaluasi–sebagaimana disampaikan oleh Presiden saat acara Peluncuran Mekanisme Baru Tunjangan Guru ASN Daerah Langsung ke Rekening Guru, di Jakarta pada Kamis, 13 Maret 2025 lalu– tidak diindahkan oleh SKPD ini.
Untuk itu, Wali Kota Manado Andrei Angouw diingatkan untuk mengevaluasi kinerja SKPD tersebut seiring digelarnya Workshop Bela Negara (WBN), di Aula Serbaguna Pemkot Manado pada Senin, 17 Maret 2025.

Masalahnya, WBN yang diprakarsai Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Penyelamat Demokrasi dan Reformasi Provinsi Sulawesi Utara (FPDR-Sulut), menimbulkan gejolak pro kontra di kalangan kepala sekolah di Kota Manado.
Biaya Pendaftaran
Pantauan media ini, kegiatan Workshop Bela Negara (WBN) ini dirasakan sangat-sangat membebani para Kepala Sekolah karena dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp.600 ribu per peserta dari kocek pribadi mereka.
Sebelumnya, pada Kamis-Jum’at, 20-21 Februari 2025 lalu beberapa Kepala Sekolah diwajibkan mengikuti Workshop Pendidikan Bermutu Untuk Semua (WPBUS), yang diselenggarakan Yayasan Surya Nusa Cendekia (YSNC) Yogyakarta bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado. Setiap peserta dibebani uang pendaftaran sebesar Rp.1 juta.

Teruskan ke Penegak Hukum
Refly Sanggel– Pegiat Anti Korupsi Sulawesi Utara– mengusulkan keluhan itu sebaiknya diteruskan ke lembaga penegak hukum kepolisian atau kejaksaan untuk diselidiki. Menurutnya, siapa pun berhak untuk menyampaikan hasil temuan jika terindikasi adanya penyalahgunaan anggaran.
“Meski belum ada bukti penyimpangan penyalahgunaan anggaran, namun tidak ada salahnya jika pengaduan itu diterima dan dipelajari. Intinya kami mendukung setiap persoalan yang ada kaitannya dengan penggunaan keuangan negara yang tidak jelas. Apalagi Presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan adanya efisiensi anggaran,” tegas Refly Sanggel kepada wartawan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado Steven Tumiwa sangat sulit ditemui dan atau dikonfirmasi oleh Tim APPM. Sementara itu, Sekretaris Triana Almas saat dikonfirmasi melalui WhatsApp-nya, hanya berkomentar pendek. Dalam balasannya beliau membenarkan kalau kegiatan tersebut menyangkut bela negara.***
Tim APPM/Iwan Ngadiman
–

