Manado, Merdeka17.id – Ketua PWI Sulut Sintya N.C. Bojoh melakukan kunjungan ke Sekretariat Komunitas Masyarakat Nusa Utara Indonesa (KMNU-I) di kawasan Pelabuhan Manado pada Senin, 6 Oktober 2026.
Kunjungan yang tampaknya tiba-tiba itu bersifat mempererat silahturahmi antara Pengurus PWI Sulut dengan Pengurus KMNU-I. Ketua PWI Sulut Sintya N.C. Bojoh didampingi Wakil Ketua OKK PWI Sulut Vanny Loupatty alias Maemossa.
Keduanya disambut Sekum KMNU-I Yohanis Missah dan Bendahara Umum Yusak Walo yang membuat Ketua PWI Sulut Sintya N.C. Bojoh terkesan menyaksikan langsung semangat kebersamaan komunitas masyarakat Nusa Utara.
“Ini kunjungan silaturahmi. PWI Sulut kagum dengan kekompakan komunitas ini. Untuk itu saya bersedia ketemu langsung dengan segenap Pengurus KMNU-I,” ungkap Ketua PWI Sulut Sintya N.C. Bojoh.
Lanjut dikatakan, KMNU-I merupakan kekuatan luar biasa yang dipunyai oleh Sulawesi Utara. Sinergitas yang terbangun di dalam KMNU-I sebaiknya tetap terjaga. “Selain itu diharapkan tingkatkan peran serta masyarakat, dan partisipatif masyarakat Nusa Utara terhadap pembangunan boleh lebih termaksimalkan,” papar Sintya N.C. Bojoh.
Sementara itu, Bendahara Umum KMNU-I Yusak Walo mengatakan, kunjungan silaturahmi Ketua PWI Sulut Sintya N.C. Bojoh merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi pihaknya. Menurutnya, di tengah derasnya arus pembangunan Sulawesi Utara, masyarakat butuh ruang untuk didengar masyarakat melalui peran pers.
“Dan itu ada di tangan PWI Sulut yang dapat menyodorkan informasi-informasi yang dibutuhkan masyarakat,” kata Yusak Walo.
Menurut penggagas berdirinya KMNU-I Yusak Walo, pers memiliki peran besar dalam kebebasan menyampaikan informasi-informasi faktual. Di sinilah arti penting adanya sinergitas antara KMNU-I bersama PWI Sulut. Dua organisasi ini tidak hadir untuk mengambil alih peran pemerintah.
“Tetapi bersedia memberi diri untuk membantu suksesnya program pemerintah,” jelas Yusak.
Jika organisasi pers dan komunitas masyarakat duduk dialog bersama dengan pemerintah, lalu menjadikan kepentingan rakyat sebagai titik temu, maka di situlah demokrasi menemukan napasnya.
“Semoga kebersamaan ini menjadi energi positif dalam mengawal pembangunan Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Setelah pertemuan silaturahmi di Sekretariat KMNU-I, dua stakeholder ini makan malam bersama di Daseng Karangria, Kecamatan Tuminting, Manado.
Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, antaranya tokoh Nusa Utara Rimata Narande dan Salmon Jacobus, Wandi Hontong, Jean Montolalu, dan Wakil Bendahara Umum KMNU-I Lucia Stevanie.*** (r)
Pewarta: Iwan Ngadiman

