Manado, Merdeka17.id – Tepat pukul 14.10 WITA di Auditorium UNSRAT, Selasa, 3 November 2026. Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Dr. Ir. Royke I. Montolalu, S.Pi.Sc. turun dari kendaraan yang mengantarnya. Senyumnya cerah. Pandangannya pun tajam. Tidak tampak kikuk. Sangat percaya diri. Aura pemimpinnya muncul.
Ia disambut oleh Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor Universitas Sam Ratulangi Periode Tahun 2026-2030, berturut-turut: Stenly Wullur, S.Pi., M.Sc., Ph.D., Ir. Feky R. Mantiri, M.Sc., Ph.D., Prof. Dr. Ir. Carolus P. Paruntu, M.Sc., dan Prof. Dr. S. L. H. V. Joyce Lapian, S.E., M.Ec.
Selanjutnya, Prof. Royke I. Montolalu digiring masuk ruang pendaftaran. Di sana menunggu Sekretaris Panitia Dr. Ir. Max R. J. Runtuwene, M.Si. serta anggota panitia lainnya. Setelah mengisi “Buku Tamu”, Prof. Royke I. Montolalu menyalami semua panitia.

UNSRAT Satu
Menurut Sekretaris Panitia Dr. Ir. Max R. J. Runtuwene, M.Si., tercatat, Prof. Royke I. Montolalu adalah bakal calon rektor yang datang pertama. “Tidak ada lagi orang lain yang datang memberi tahu bahwa akan mendaftar pada hari ini.”
Kehadirannya sebagai orang nomor satu mendaftar ibarat “Melangkah Pasti Menuju UNSRAT Satu”.
Prof. Royke I. Montolalu saat memberi keterangan pers seusai acara mengatakan, “Visi misi saya berpedoman, pertama, kepada Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kedua, berpedoman kepada Renstra Kemendiktisaintek, berpedoman kepada visi misi Kemendiktisaintek, dan berpedoman pada Statuta UNSRAT 2025, dan Renstra UNSRAT yang terbaru.”

Sesuai Ketentuan
Sementara itu, Ketua Komisi Etik Senat UNSRAT Prof. Dr. Zetly Estefanus Tamod, S.P., M.Si. yang bertindak sebagai pengawas lapangan saat pendaftaran bakal calon rektor ketika dimintai tanggapannya, “Secara normatif, kegiatan saat ini, semuanya berjalan sesuai ketentuan.”***
Pewarta: Iwan Ngadiman

