Manado, Merdeka17.id – “Pelatihan BCKS ini bukanlah pelatihan biasa, melainkan dilaksanakan dengan pendekatan transformatif-integratif. Pendekatan ini memastikan para calon kepala sekolah tidak hanya menguasai kemampuan manajerial, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai kepemimpinan yang membawa transformasi positif di lingkungan sekolah.”
Begitu dikatakan Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK) Ditjen GTK Iwan Junaedi dalam sambutannya saat membuka acara Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) pada Selasa, 15 September 2026 di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Utara.
Ditegaskan Direktur KSPSTK Iwan Junaedi, “Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk membawa perubahan nyata pada dunia pendidikan.”
Sebelumnya, Kepala Balai GTK Provinsi Sulut Arianto Batara melaporkan bahwa para peserta yang hadir telah melalui tahapan Seleksi Substansi sebelum dinyatakan lolos untuk mengikuti pelatihan ini.
Ditambahkan, kegiatan ini diikuti 61 peserta dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Pelatihan ini merupakan bagian penting dari Program Kepemimpinan Sekolah yang digagas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melahirkan sosok pemimpin satuan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman.
Dalam acara yang dihadiri oleh Kasubag Umum Meyke S. Simboh, ditekankan oleh Arianto Batara tentang urgensi penyelenggaraan pelatihan ini di tengah krisis kepemimpinan berkarakter.
“Pentingnya menghadirkan sosok pemimpin sekolah yang berintegritas, visioner, transformatif, dan adaptif mendorong kami untuk segera melaksanakan pelatihan ini. Kita tidak menampik bahwa saat ini cukup sulit mendapatkan sosok pemimpin yang benar-benar berintegritas, ini ibarat mencari jarum dalam tumpukan jerami. Karena itu, pelatihan ini hadir sebagai solusinya,” ungkap Arianto Batara.
Melalui Pelatihan BCKS ini, Arianto Batara berharap dapat melahirkan generasi kepala sekolah baru yang siap membawa sekolah-sekolah di Sulawesi Utara menuju tata kelola yang transparan, inovatif, serta berfokus pada peningkatan mutu pembelajaran peserta didik.***
Sumber: Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sulawesi Utara
Pewarta: Iwan Ngadiman

