Manado, Merdeka17.id – Proses pemilihan rektor UNSRAT dirasakan hanya jalan di tempat. Adapun Plt. Rektor UNSRAT Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. yang sejak bertugas pada pukul 00.00 WITA, Rabu, 5 Agustus 2026 hingga Senin, 5 Oktober 2026, publik menilai tidak ada kemajuan berarti dalam penyelesaian kemelut di UNSRAT.
Info terkini dari seorang Senator UNSRAT pagi ini menyebutkan bahwa pihak UNSRAT sedang menyurat ke pusat tentang pemutakhiran nama-nama anggota senat. “Saat ini lagi menunggu jawaban,” kata senator tersebut yang tidak ingin namanya dicantumkan.
Informasi lain yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa tarik ulur pemutakhiran ini dipicu karena adanya keinginan sekelompok orang yang tidak ingin atau bermaksud mengganjal calon rektor tertentu yang populer. “Kelompok ini ngotot untuk diadakan pemutakhiran,” kata sumber lain.
Kastrasi
Sebelumnya, media ini pernah memberitakan bahwa ada 3 calon rektor potensial, yakni: Prof. Ir. Dedie Tooy, M.Si, Ph.D., Prof. Dr. Ir. Royke I. Montolalu, S.Pi.Sc., dan Dr. Daud Markus Liando, S.I.P., M.Si.
Namun, ketiganya telah dikastrasi dengan Keputusan Rektor Universitas Sam Ratulangi Nomor: 1232/UN12/LL/2026 Tentang Pengangkatan Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor Universitas Sam Ratulangi Periode Tahun 2026-2030 yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng. pada tanggal 15 Juni 2026.
Nama Panitia Penjaringan
Jika tidak meleset, bocoran kopian itu tertulis: Ketua merangkap anggota Prof. Dr. Winston Pontoh, S.E., Ak., M.M., Sekretaris merangkap anggota Prof. Dr. Roike Iwan Montolalu, S.Pi., M.Sc., dan Anggota: Dr. Ralfie Pinasang, S.H., M.H., Prof. Ir. Dedie Tooy, M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Zetly Estefanus Tamod, S.P., M.Si., Dr. Daud M. Liando, S.I.P., M.Si., dan Dr. Ir. Marthen Theogives Lasut, M.Si.
Tidak Maju
Dua nama, yakni: Prof. Ir. Dedie Tooy, M.Si, Ph.D., dan Dr. Daud Markus Liando, S.I.P., M.Si. terkonfirmasi tidak akan maju dalam pilrek.
Prof. Ir. Dedie Tooy, M.Si, Ph.D. terkonfirmasi pada, Senin, 17 Agustus 2026 di lapangan UNSRAT (dulu lapangan sepak bola IKIP Negeri Manado) tidak akan maju, saksi Prof. Dr. Ir. Winda Mercedes Mingkid, M.Mar.Sc.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Dr. Daud Markus Liando, S.I.P., M.Si. terkonfirmasi dua kali; yang terakhir pada Rabu, 12 Agustus 2026 di FISIP UNSRAT, saksi Prof. Dr. Ir. Rignolda Djamaluddin, M.Si.
Lanjutkan Proses Pilrek
Sebelumnya, pemerhati pendidikan Bernard Lantong sempat mengkhawatirkan panitia bentukan rektor ini tidak akan bekerja secara profesional atau di bawah tekanan. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan, nama-nama bakal calon rektor yang tidak sesuai dengan petunjuk dari “atas” akan dipersulit bahkan “digugurkan”.
Namun, melihat perkembangan saat ini, dia optimis, personil yang tercantum dalam Keputusan Rektor Universitas Sam Ratulangi Nomor: 1232/UN12/LL/2026 tertanggal 15 Juni 2026 ini, adalah orang-orang yang kredibel dan berakhlak.
“Plt. Rektor UNSRAT Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. alias Prof. JJ tidak perlu lagi membentuk panitia baru. Secara administrasi, ini sudah sah. Lanjutkan saja proses pemilihan rektor,” katanya.
Tidak Masalah
Sepemahaman dengan itu, pada Rabu, 17 Juli 2026, media ini pernah chit-chat dengan mantan Rektor UNSRAT Prof. Dr. Donald Rumokoy, S.H., M.H. (saat itu, masih Anggota Senat UNSRAT) di kompleks rektorat, juga dengan Anggota Senat UNSRAT senior Prof. Ir. Dody M.J. Sumajouw, M.Eng, Ph.D. (wawancara terpisah) bahwa usulan nama-nama panitia oleh Rektor UNSRAT Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng. (waktu itu) adalah tidak masalah.
Menurut kedua Guru Besar itu, “Rektor menyampaikan nama-nama itu, dalam posisinya sebagai anggota senat, bukan jabatan yang melekat pada dirinya saat ini (itu, red.).”***
Pewarta: Iwan Ngadiman

