“Ini bukan akhir perjuangan saya sebagai guru, tetapi awal untuk terus belajar, merefleksikan diri, dan berkembang menjadi pendidik yang lebih baik,” ungkap Ihwan seorang guru di SD Negeri 1 Bojong, Kabupaten Pangandaran.
Sumedang, Merdeka17.id – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meresmikan peluncuran program beasiswa guru “Guruku: Guru Unggul Raih Kualitas” di Jawa Barat pada Rabu, 20 Mei 2026. Program ini merupakan wujud nyata komitmen berbagai sektor pendidikan yakni perguruan tinggi untuk berkolaborasi memperkuat kapasitas guru melalui peningkatan kompetensi, kepemimpinan, serta perluasan akses pendidikan tinggi bagi para pendidik di Indonesia.
Ditegaskan Wamen Atip Latipulhayat bahwa peningkatan kualitas pendidikan dimulai dari amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan bermutu yang dapat diakses seluruh masyarakat di mana guru memegang peranan sentral dalam menentukan kualitas pendidikan nasional.
“Kata kuncinya sekarang setelah kualifikasi adalah kompetensi. Salah satu elemen penting, bahkan boleh dikatakan sekitar 50 persen ketercapaian pendidikan berkualitas itu ada pada gurunya,” ujar Wamen Atip Latipulhayat.
Belum Optimal
Ia menjelaskan, meskipun kualifikasi formal guru saat ini hampir mencapai 100 persen pada jenjang D4 atau S1, capaian tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kompetensi yang dimiliki. Karena itu, Kemendikdasmen terus mendorong pendekatan deep learning atau pembelajaran mendalam yang ditopang penguasaan content knowledge yang kuat.
“Pembelajaran mendalam harus dimulai dari penguasaan content knowledge. Banyak guru yang baru menerapkan prosedur pembelajaran mendalam, tetapi kedalamannya belum optimal karena keterbatasan penguasaan materi,” katanya.
Ditambahkan, program beasiswa “Guruku” difokuskan pada dua aspek utama, yakni penguatan content knowledge dan leadership atau kepemimpinan guru. Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu dan berkelanjutan.
Dukungan DPRD
Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Siti Muntamah. Ia menilai program “Guruku” merupakan langkah strategis dalam mempercepat peningkatan kualitas guru menuju Indonesia Emas 2045.
“Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga memberikan keteladanan. Program ini menjadi inisiatif yang sangat baik untuk menyiapkan guru sebagai pelita dan investasi masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Siti Muntamah.
Beri Kesempatan
Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran Arief Sjamsulaksan menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas guru melalui akses pendidikan yang lebih luas.
Menurut Arief Sjamsulaksan perguruan tinggi tidak dapat bekerja sendiri dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 tanpa dukungan pendidikan dasar dan menengah yang kuat. “Unpad harus ikut serta memberikan kesempatan dan fasilitas agar para guru di Indonesia dapat meningkatkan kapasitasnya menjadi lebih baik lagi,” tuturnya.
Perkuat Kompetensi
Program “Guruku” memberikan dampak nyata bagi para penerima manfaat. Salah satu penerima beasiswa bernama Ihwan, seorang guru di SD Negeri 1 Bojong, Kabupaten Pangandaran, mengaku bersyukur atas kesempatan melanjutkan studi melalui program tersebut.
“Ini bukan akhir perjuangan saya sebagai guru, tetapi awal untuk terus belajar, merefleksikan diri, dan berkembang menjadi pendidik yang lebih baik,” ungkap Ihwan seraya menambahkan bahwa guru perlu terus memperkuat kompetensi seiring perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik yang berubah semakin cepat.

Bangga
Apresiasi terhadap perjuangan Ihwan juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran Soekarno Sukriyadi. Menurutnya, Ihwan merupakan guru yang bertugas di wilayah pegunungan Pangandaran dengan akses yang cukup menantang. “Beliau bertugas di daerah pegunungan dengan waktu tempuh sekitar satu setengah hingga dua jam dari pusat kota. Perjuangannya luar biasa dan kami sangat bangga,” ujar Soekarno Sukriyadi.
Skema Pembiayaan
Program Beasiswa Guru Unpad menyediakan tiga skema pembiayaan bagi guru yang melanjutkan studi magister di Unpad, yaitu beasiswa penuh sebesar 100 persen biaya pendidikan, beasiswa sebagian sebesar 75 persen, serta beasiswa dukungan sebesar 50 persen biaya pendidikan. Skema tersebut berlaku bagi peserta yang diterima pada 18 program studi magister di Unpad sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Melalui program “Guruku”, pemerintah bersama perguruan tinggi berharap dapat melahirkan lebih banyak guru unggul yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga kepemimpinan yang mampu mendorong lahirnya pendidikan berkualitas bagi generasi masa depan Indonesia.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

