Manado, Merdeka17.id – Sebagian lintasan atlit di Gelora Wolter Mongisidi, Sario, Manado, Provinsi Sulawesi Utara kayak di penggorengan saja. Hal ini disebabkan setelah dibabatnya 7 (tujuh) pohon mahoni yang sengaja ditanam lebih dari 25 tahun silam di masa Wali Kota Wempie Frederik.
Penelusuran media ini, ternyata penebangan ketujuh pohon mahoni tersebut atas perintah Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Bahkan dari Whatsapp yang diperlihatkan, sebagaimana ditulis oleh Kadis tersebut, memang pihaknya yang memberikan perintah tersebut.
Pangkas?
Alasannya, keberadaan pohon-pohon tersebut sudah mengganggu dan membahayakan para pengguna lintasan atlit maupun yang berolah raga tenis maka perlu dipangkas. Ironisnya, bukannya dipangkas malahan ditebang alias dibabat.
Perusak Lingkungan
Penebangan pohon ini mendapat reaksi keras dari pemerhati lingkungan sekaligus para pemerhati komunitas olah raga yang sering berolah raga di Gelora Wolter Mongisidi tersebut yang tidak bersedia jika namanya ditulis.
Dikatakan, selain memberikan manfaat bagi orang yang berolah raga juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berteduh dari teriknya matahari. Selain itu, memberikan manfaat lingkungan bagi masyarakat di sekitar Lapangan KONI Sario, Manado.
“Pohon-pohon sebagai pensuplai oksigen O2 (oksigen) sekaligus mengolah CO2 (karbon dioksida),” jelasnya.

Ditambahkan, “Perbuatan ini, bisa dikategorikan pengrusakan lingkungan hidup,” ujar pemerhati lingkungan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga Daerah Provinsi Sulawesi Utara belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

