Manado, Merdeka17.id – Renovasi Kantor Lurah Sario, Kecamatan Sario, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara menjadi prioritas dalam usulan program yang digelar dalam musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) Kelurahan Sario pada Senin, 12 Januari 2026.
Kegiatan itu dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Sario Listihani Lamani, SSTP dan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas PUPR Kota Manado, Baperida Kota Manado, Ketua LPM Sario, PKM Sario, Dinas P3A Kota Manado, dan tokoh masyarakat.
Pantauan media ini pada Senin, 12 Januari 2026, Kantor Lurah Sario berkonstruksi dua lantai. Lantai atas digunakan sebagai tempat pertemuan untuk rapat atau pun kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang. Di lantai bawah digunakan sebagai tempat pelayanan umum/masyarakat, ada tiga ruang, yakni: ruang utama, ruang lurah, dan ruang urusan administrasi.
Biasanya, untuk kegiatan musrenbang, akan dilaksanakan di lantai atas. Namun, untuk saat ini, hanya bisa dilakukan di lantai bawah. Hal ini dikarenakan, kondisi bangunan di lantai atas sudah sangat memprihatinkan. Tampak luar, masih kokoh.
Beberapa tamu termasuk Lurah Sario Rio Andrea Saeh, S.E., M.Si. sangat prihatin dan menguatirkan bahwa sewaktu-waktu bangunan ini bisa ambruk pada saat tertentu, misalkan gempa bumi. “Diduga, sudah banyak besi beton yang korosi sehingga tidak mampu lagi menahan beban pada saat ada getaran hebat,” ujar warga.
Di ruang Lurah, ada beberapa titik air yang menetes mengakibatkan hampir tidak ada lagi tempat untuk meletakkan meja kerja dan kursi bahkan lemari. Di ruang administrasi juga sama. Sementara itu, di ruang utama tempat diselenggarakan musrenbang, tampak air menetes di beberapa titik menjadi suasana rapat tidak nyaman.

Melihat fakta ini, tidaklah berlebihan jika pada musrenbang kali ini, Kelurahan Sario memprioritaskan renovasi gedung Kantor Lurah agar pelayanan publik bisa lancar. “Dengan kondisi kayak begini, tidak hujan saja, air tetap menetes dari lantai atas. Hal ini bisa berdampak terhadap pelayanan publik yang prima,” bisik seorang tamu.
Ditambahkan, agak susah untuk meletakkan barang elektronik, misalnya komputer, laptop, printer, pengeras suara, dokumen, dan lain-lain. “Bisa korsleting.”*** (Istimewa)

