Merdeka17.id – Gatot Soebroto dikenal sebagai tentara yang solider terhadap rakyat kecil meski tengah bekerja sebagai tentara kependudukan Belanda dan Jepang. Ia dianggap contoh seorang pemimpin yang layak diapresiasi berkat jasa-jasanya.
Dia adalah tokoh perjuangan militer Indonesia (tokoh TNI AD) dalam merebut kemerdekaan, Pahlawan Nasional Indonesia, dan Pahlawan Kemerdekaan Nasional. Seminggu setelah dimakamkan, gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional disematkan padanya berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 283 tanggal 18 Juni 1962.
Gatot Soebroto lahir di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 10 Oktober 1907. Meninggal di usia 54 tahun di Jakarta, 11 Juni 1962 karena serangan jantung dan dimakamkan di Desa Mulyoharjo, Ungaran, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
Ia adalah seorang prajurit yang memulai karier militernya di KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger yang berarti Tentara Kerajaan Hindia Belanda) dan kemudian menjadi jenderal TNI.
Gatot Soebroto dikenal sebagai pemimpin yang disiplin, tegas, berani, dan membela kaum yang tertindas. Maka, pada tahun 1953, ketika terjadi kerusuhan di Istana Negara akibat tuntutan rakyat atas pembubaran parlemen ditolak, Gatot Soebroto yang dituduh sebagai dalang kerusuhan tersebut langsung mengundurkan diri dari jabatannya sekaligus dari dinas militer.
Pada 1953, ia mengundurkan diri dari dinas militer, tetapi tiga tahun kemudian diaktifkan kembali sekaligus diangkat menjadi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) pada tahun 1956.
Ia dikenal karena keberhasilannya dalam melumpuhkan pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) yang dibentuk di Padang, Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 15 Februari 1958, dan Permesta (Perdjuangan Rakjat Semesta; EYD (ejaan yang disempurnakan): Perjuangan Rakyat Semesta) yang dideklarasikan pada tanggal 2 Maret 1957 di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Karena dukungan di Sulawesi bagian selatan mulai hilang maka markas Permesta dipindahkan ke Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara.

Pangkat terakhir adalah Letnan Jenderal. Ia adalah penggagas akan perlunya sebuah akademi militer gabungan (Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut) untuk membina para perwira muda. Gagasan tersebut diwujudkan dengan pembentukan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) pada tahun 1965.*** (dari berbagai sumber)
Pewarta: Iwan Ngadiman
Sumber: https://dinarpus.banyumaskab.go.id/page/32535/berita
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Gatot_Soebroto
Sumber: https://www.detik.com/sumut/berita/d-7558961/sosok-gatot-subroto-pahlawan-nasional-yang-namanya-jadi-jalan-di-medan
Sumber: https://www.google.com/search?client=firefox-b-d&sca_esv=44ea4fb9ad3aef3e&q=Gatot+Subroto+meninggal+karena&sa=X&ved=2ahUKEwifvYSlo5iQAxWm9DgGHf1hJ3sQ1QJ6BAhpEAE

