Manado, Merdeka17.id – SD Negeri 21 Manado tengah merancang penerapan metode pembelajaran deep learning sebagai upaya strategis untuk meningkatkan mutu akademik para siswanya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Sekolah SD Negeri 21 Manado Novel Mawa, M.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis, 16 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, melalui deep learning ini, siswa akan didorong untuk belajar secara lebih mandiri dan aktif dalam menggali pengetahuan. Peran guru akan lebih difokuskan sebagai fasilitator yang mengarahkan proses belajar, bukan lagi sebagai satu-satunya sumber informasi.
Faktor Lingkungan
Langkah ini diambil sebagai respons atas tantangan prestasi akademik yang dihadapi sekolah. Menurutnya, capaian akademik para siswa sebagian besar dipengaruhi oleh faktor lingkungan, seperti kurangnya pengawasan belajar di rumah dan maraknya penggunaan gawai (gadget) juga menjadi faktor signifikan pengalih perhatian siswa dari kegiatan belajar.
Meskipun menghadapi tantangan di bidang akademik, ia menyatakan bahwa para siswa memiliki potensi luar biasa di bidang non-akademik. Hal ini terbukti dari berbagai prestasi gemilang yang berhasil diraih dalam cabang olahraga Taekwondo, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional.
Terkendala Dana
Namun, sekolah yang terletak di Jalan Kampus Barat, Kelurahan Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara ini, realisasi program-program penunjang seperti kegiatan praktik untuk deep learning masih terkendala pendanaan. Ia menyebutkan bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) memiliki batasan alokasi sesuai petunjuk teknis (juknis), sehingga tidak dapat membiayai semua kebutuhan.
Oleh karena itu, ia berharap dapat membangun sinergi yang lebih kuat dengan para orang tua murid. Ia meyakini bahwa kerja sama yang solid antara sekolah dan keluarga adalah kunci fundamental untuk menyukseskan program ini dan meningkatkan kualitas pendidikan siswa secara menyeluruh.***
Kontributor: Desweetny Miyuki Violletta Singon
Editor: Iwan Ngadiman

