Merdeka17.id – Kepala Sekolah SD Negeri 108 Manado Dientje Kumaat mengatakan bahwa sebagian besar anak didiknya telah menerima PIP (program Indonesia pintar) untuk kelancaran studi. Dari 40-an siswa, ada 20-an telah menerima PIP dari pemerintah pusat pada akhir Desember 2024 lalu.
Diterangkan, hampir semua peserta didik yang tercatat dalam Dapodik (Data Pokok Pendidikan) telah diusulkan agar diberikan PIP namun hanya sebagian saja yang disetujui. Padahal, kondisi ekonomi mayoritas siswa SD Negeri 108 Manado adalah dari masyarakat ekonomi menengah ke bawah bahkan ada yang disabilitas–telah mendapat PIP.

PIP (program Indonesia pintar), menurut Dientje Kumaat, digunakan untuk memenuhi kebutuhan siswa, antara lain pakaian seragam sekolah beserta atributnya, sepatu, kaos kaki, dan kebutuhan lainnya.
Saat memberikan rekomendasi pencairan dari bank–karena masuk rekening siswa–, kepala sekolah mengingatkan kepada para orang tua untuk memperhatikan kebutuhan anak-anak. Dientje Kumaat begitu peduli dengan kebutuhan anak-anak didik terutama yang kurang mampu.
Terkait penerapan kebijakan Kemdikdasmen tentang tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang meliputi bangun pagi, berdoa, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta istirahat cepat, ternyata SD Negeri 108 Manado sudah dan sedang mensosialisasikannya ke seluruh siswa.
Kegiatan siswa, mulai dari bangun pagi, ibadah atau berdoa, dan tidur cepat dipantau terus oleh guru kelas masing-masing yang bekerja sama dengan orang tua.
Mengenai SAIH (Senam Anak Indonesia Hebat) pun mulai dikuasai oleh seluruh siswa. Begitu juga dengan kewajiban menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu nasional, sudah dilakukan setiap hari, agar tumbuh rasa nasionalisme siswa sejak dini.***
Kontributor: Meldi Sahensolar
Editor: Iwan Ngadiman

