Merdeka17.id – Sebanyak 30 siswa SD Negeri 39 Manado menerima bantuan dari Kemdikdasmen berupa dana PIP (program Indonesia pintar) yang sudah diterima pada akhir Desember 2024 lalu.
Penyaluran bantuan tersebut langsung ke rekening siswa penerima di mana kepala sekolah hanya memberikan rekomendasi, dan siswa yang bersangkutan bersama orang tuanya yang mengambil langsung di bank.
Kepala Sekolah SD Negeri 39 Manado Adel Lahopang yang ditemui di kantornya pada Kamis, 30 Januari 2025 mengatakan, dari 70 siswa yang terdaftar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan), hanya 30 siswa saja yang disetujui untuk mendapat PIP.
Dikatakan, PIP digunakan untuk membeli kebutuhan perlengkapan anak seperti seragam sekolah, sepatu, tas, dan alat tulis menulis (ATM) untuk kelancaran KBM (kegiatan belajar mengajar).
Ditambahkan, sebelum mengambil dana PIP di bank, para orang tua sudah diingatkan untuk memperhatikan kebutuhan sekolah anaknya. Diharapkan, makin banyak peserta didik yang bisa menikmati bantuan PIP terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Terkait penerapan kebijakan Kemdikdasmen tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang meliputi bangun pagi, berdoa, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta istirahat cepat, SD Negeri 39 Manado telah melakukan sosialisasi sejak awal sekolah 6 Januari 2025.
Dimulai dari kebiasaan bangun pagi, berdoa, berolahraga, makan makanan bergizi, gemar belajar, gemar bermasyarakat, dan kebiasaan tidur cepat. Tentunya butuh kerja sama dengan orang tua untuk mengingatkan anaknya agar tidur cepat dan tidak main game agar keesokan harinya bisa bangun pagi, dan tidak lupa berdoa.
Aktivitas anak di rumah pada jam-jam tertentu dipantau oleh wali kelas dengan memanfaatkan WhatsApp Group (WAG). “Kami selalu memonitor,” jelasnya.
Terkait SAIH (Senam Anak Indonesia Hebat), menurut Adel Lahopang, dilaksanakan setiap hari. Ke depan, hanya akan dilakukan dua kali seminggu. Untuk kewajiban menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu nasional, sudah dilakukan setiap hari.
Hal ini untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme anak didik yang adalah generasi penerus cita-cita bangsa dan negara Republik Indonesia tercinta. “Anak anak tampak bersemangat setiap ada senam sehat dan ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya,” katanya.***
Kontributor: Meldi Sahensolar
Editor: Iwan Ngadiman

