Merdeka17.id – Ketua K3S (kelompok kegiatan kepala sekolah) Kota Manado Lexie Palohoen mengatakan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG)-nya Presiden Prabowo Subianto sudah mulai direalisasi sejak 6 Januari 2025 lalu.
Meskipun demikian, baru beberapa sekolah saja yang dijadikan sampel. “Di Manado, baru TK Katolik Tarsisius, SD Katolik Tarsisius 17, SMP Katolik Tarsisius, dan SMP Negeri 04 Manado yang dijadikan sampel,” kata Lexie Palohoen pada Selasa, 21 Januari 2025.
Lexie Palohoen yang juga Kepala Sekolah SD Katolik Tarsisius 17 Manado menjelaskan, jumlah makanan yang disalurkan sesuai jumlah siswa yang terdaftar di Dapodik (Data Pokok Pendidikan), yakni 188 orang. “Dapur Umum membawa makanan sesuai jumlah tersebut.”
Untuk itu, Lexie Palohoen mengingatkan agar para kepala sekolah untuk memberikan data sesuai Dapodik. Jika ada yang belum masuk Dapodik segera upayakan dilengkapi datanya agar siswa tidak dirugikan.
“Jika ada siswa yang belum masuk Dapodik, makanan mereka ditanggung oleh kepala sekolah,” tegasnya.
Dikatakan, penyaluran makanan tersebut berjalan lancar karena sudah ada di sekolah sebelum pukul 09.00 WITA atau sebelum jam istirahat. Dapur umumnya di markas Kodim Winangun.
Ditambahkan, para siswa juga dilatih untuk sebelum makan maka wajib cuci tangan sambil antri, makan dengan sopan, makanan harus dihabiskan, piring tidak boleh bunyi, makanan tidak boleh jatuh ke tanah atau lantai, dan kepala tidak boleh naik turun saat makan tetapi tangan yang bergerak naik turun.
Saat jam istirahat, membawa makanan ke kelas kemudian dibagikan. Doa makan digilir setiap siswa dan setelah makan wadah makanan dibawa siswa ke satu ruangan yang disiapkan dan ditata dengan rapih. Sendok makan juga dicuci dengan sabun oleh siswa.
Program ini meringankan beban orang tua soal uang jajan makan setiap hari bahkan anak-anak makin semangat untuk belajar. Menu makanan adalah 4 sehat 5 sempurna, terdiri dari nasi, ikan, sayur, buah segar, dan susu.

Terkait penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH), Lexie Palohoen mengatakan bahwa pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi setiap hari termasuk SAIH (Senam Anak Indonesia Hebat) di sekolah.
Kegiatan anak dimulai dari bangun pagi, berdoa, sarapan di rumah. Ada daftar cek yang diberikan kepada siswa dan dikontrol setiap hari oleh orang tua atau wali. Termasuk juga kebiasaan tidur cepat di malam hari agar bangun pagi segar bugar. “Butuh kerjasama dengan orang tua,” ujarnya.
SD Katolik Tarsisius 17 Manado adalah salah satu dari 40 satuan pendidikan jenjang SD yang ikut lomba mencuci tangan yang digelar oleh Perhimpunan Dokter Umum Indonesia yang disponsori oleh produk sabun terkenal.***
Kontributor: Meldi Sahensolar
Editor: Iwan Ngadiman

