Jakarta, Merdeka17.id – Pemerintah sudah membagi hampir 50 ribu Interactive Flat Panel (IFP) per sekolah baik di tingkat SD, SMP, dan SMA di seluruh Indonesia. Untuk tahun 2025 ini total IFP yang akan dibagikan ke setiap sekolah adalah 288.000 unit.
Demikian yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) dalam rangka memperingati satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih yang berlangsung pada Senin, 20 Oktober 2025 di Istana Negara, Jakarta.
Ditegaskan bahwa sektor pendidikan merupakan investasi paling mendasar bagi masa depan bangsa. Presiden menyampaikan berbagai capaian dan terobosan nyata di bidang pendidikan selama satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih.
“Tahun depan (2026, red) rencananya kita akan tambah tiga layar. Tahun ini kita mampu satu layar. Berarti di setiap sekolah akan ada 4 ruangan yang punya layar ini,” kata Presiden Prabowo Subianto.
Ditambahkan, “Mudah-mudahan tahun 2027 kita bisa tambah dua layar lagi. Jadi, enam kelas tiap sekolah bisa punya layar. Jadi, semua anak-anak kita mendapat akses kepada pengetahuan yang terbaik, terkini, dengan animasi dan dukungan yang terbaik.”
Menurut Presiden Prabowo Subianto, dengan adanya IFP atau layar interaktif digital 75” sudah ada komputernya, yang bisa muat ratusan ribu konten, mungkin jutaan. “Cukup banyak konten di situ.”
“Jadi, semua silabus kita akan ada di situ. Jadi sekolah-sekolah terluar, terpencil, sekolah-sekolah yang tidak punya akses kepada guru-guru yang baik atau guru-guru yang cakap di bidangnya umpamanya bahasa Inggris, bahasa Mandarin, matematika, ini pelajaran-pelajaran yang susah, ini bisa dibantu dengan ini,” kata Presiden.
Berikut isi pidato sebagaimana dilansir dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden:
“Dan ini kalau dia selesai dan dia mau kembali, dia bisa kembali. Anytime. Kalau tidak puas mungkin si gurunya bisa kumpul siapa yang kurang mengerti nanti sore kembali kita tambah pelajaran.
Guru-guru itu bisa dibantu dan juga di tempat putar pusat di Jakarta nanti saya mau cek Dikdasmen kemajuannya di mana, kita akan bikin studio. Di studio ini guru-guru terbaik akan mengajar.
Dan pelajaran dia bisa diterima di seluruh pelosok Indonesia. Jadi, semua sekolah akan dapat akses kepada guru yang paling baik, di bidang-bidang yang sulit. Yang sangat sulit adalah apalagi di gunung-gunung, di pulau terpencil. Jangankan itu, saya yakin di pinggir Jakarta ini juga masih banyak sekolah yang tidak punya guru-guru yang menguasai pelajaran-pelajaran yang susah.
Sekarang, di tempat studio yang terpusat bisa ngajar, bisa diterima oleh 330 ribu sekolah yang sulit dapat internet, wifi. Sekarang sudah ada teknologi, bisa murah bisa kita pasang di tiap sekolah, tidak terlalu mahal.
Star link mungkin masih agak mahal untuk bayar tiap bulan. Tapi sudah ada teknologi yang lebih murah.
Saya dapat laporan dari Mendikdasmen bahwa antusiasme anak-anak sekarang meningkat untuk sekolah. Ya, selain MBG dia juga pelajarannya juga menarik.
Ini saya kira penting karena fokus kita tidak boleh kita harus fokus kepada investasi paling penting bagi rakyat kita, investasi kepada anak-anak kita, sumber daya manusia kita,” demikian Presiden Prabowo Subianto.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

