Manado, Merdeka17.id – PAUD GMIM Pniel Bahu menjadi contoh sukses implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Malalayang. Sebagai satu-satunya TK di wilayah tersebut yang menerima manfaat ini, sekolah secara aktif memastikan program yang telah berjalan sebulan terakhir ini berlangsung optimal untuk mendukung pertumbuhan dan semangat belajar para siswanya.
Dalam wawancara pada Senin, 20 Oktober 2025, Kepala Sekolah Susan Stefania Samahati, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari pengawasan ketat terhadap kualitas dan fleksibilitas menu yang disajikan.
Menurutnya, “Yang terutama adalah higienisnya makanan dan itu memenuhi kebutuhan gizi anak,” sambil menambahkan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan pengelola agar makanan sesuai dengan selera anak-anak.
Dukungan gizi yang baik dari program MBG menjadi fondasi kuat bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran inovatif di kelas. Sebagai Sekolah Penggerak, PAUD Pniel Bahu juga mengintegrasikan teknologi melalui bantuan Interactive Flat Panel (IFP) dari pemerintah. “Dengan adanya Interactive Flat Panel ini membuat siswa lebih tertarik, lebih semangat untuk belajar,” tambahnya.
Di luar pemenuhan gizi dan akademis, sekolah ini juga menjadi rumah bagi keberagaman, dengan menerima siswa dari berbagai latar belakang agama. Komitmen terhadap toleransi ini diwujudkan secara nyata dalam kegiatan sehari-hari. “Kami memberikan kesempatan kepada mereka untuk tetap menjalankan ibadah menurut keyakinan mereka,” ungkapnya.

Di balik semua inovasi tersebut, terdapat filosofi mendalam yang dipegang oleh para pendidik dalam mengahadapi setiap anak, termasuk mereka yang “spesial”. “Kami menanamkan kepada guru-guru bahwa ini satu pelayanan bagi anak-anak,” jelasnya. Filosofi ini diperkuat dengan kolaborasi erat bersama orang tua melalui sesi recording perkembangan siswa setiap tiga bulan.
Kombinasi antara pemenuhan gizi melalui program MBG, pemanfaatan teknologi, penanaman nilai toleransi, dan dedikasi pendidik menunjukkan komitmen PAUD Pniel Bahu dalam menciptakan pendidikan yang holistik. Sinergi ini menjadi kunci keberhasilan sekolah dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan berakhlak mulia.***
Penulis: Desweetny Miyuki Violletta Singon
Editor: Iwan Ngadiman

