Jakarta, Merdeka17.id – Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan bahwa TNI mengerahkan 37.910 personel dalam tahap rekonstruksi dan rehabilitasi di sejumlah wilayah terdampak bencana di Sumatra. Pengerahan tersebut mencakup penambahan 15 batalion, terdiri atas lima batalion zeni dan 10 batalion teritorial pembangunan.
“(Pelibatan personel TNI) itu akan membantu pemasangan jembatan bailey, kemudian pembuatan huntara (hunian sementara) dan huntap (hunian tetap), pembersihan lumpur yang ada di sekolah, pesantren, jalan, dan fasilitas umum lainnya,” ujar Panglima TNI dalam konferensi pers pemulihan dan rencana strategis pascabencana di Posko Terpadu Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin, 29 Desember 2025 sebagaimana dilansir dari laman Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.
Selain dukungan rekonstruksi fisik, TNI juga melaksanakan berbagai tugas kemanusiaan, mulai dari penyiapan air bersih, evakuasi medis, distribusi logistik, hingga layanan pemulihan trauma bagi masyarakat terdampak. Panglima TNI menjelaskan bahwa hingga saat ini TNI telah menggelar 25 dapur lapangan, membangun 124 sumur bor yang sudah dapat digunakan masyarakat, mendirikan 42 pos kesehatan, serta membangun 186 unit MCK di wilayah terdampak.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

