Depok, Merdeka17.id – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK) Pratikno membuka Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (Konsolnas Dikdasmen) Tahun 2025.
Konsolidasi ini adalah landasan penting dalam memperkuat komitmen bersama menuju pembangunan pendidikan yang lebih terintegrasi, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan untuk seluruh anak bangsa.
Menko PMK Pratikno menekankan bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. “Dari data komparatif dunia, negara-negara yang maju justru bukan negara yang kaya sumber daya alamnya, tetapi negara yang kuat dari sumber daya manusianya. Kuncinya adalah pendidikan,” ungkapnya di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Depok, pada Selasa, 29 April 2025.
Pratikno juga menyoroti tantangan yang dihadapi dunia pendidikan adalah memastikan anak-anak bertalenta hebat dapat bersaing secara global, sekaligus menjangkau anak-anak yang masih jauh dari akses pendidikan yang layak.
“Mari sama-sama kita tempatkan pendidikan sebagai prioritas utama. Kualitas pendidikan, aksesibilitas pendidikan adalah kunci utama,” lanjut Menko PMK Pratikno.
Menko PMK Pratikno juga menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya transformasi pendidikan, “Bapak/Ibu ayo kita satukan dan konsolidasikan ini seperti kereta api. Pak Mendikdasmen adalah lokomotifnya yang akan melihat ke belakang, jangan sampai ada gerbong yang tertinggal. Selain itu, menjadi tugas Mendikdasmen membangun kekuatan dan daya tarik yang besar, melihat jauh ke depan, untuk menarik semua gerbong maju bersama-sama mencapai tujuan,” urai Menko PMK.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pendidikan merupakan bekal utama dalam menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh pendidikan yang berkualitas, agar mampu beradaptasi dengan dinamika global.
“Pendidikan memiliki dua dimensi yang saling terkait. Pertama adalah dimensi konservatif yang menjaga dan mewariskan nilai-nilai mulia bangsa Indonesia. Kedua adalah dimensi progresif di mana kita harus terus bergerak maju untuk menjawab tantangan secara optimistis berbekal kemampuan yang kita miliki,” ucap Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti berharap pemerintah daerah (Pemda) dapat berperan aktif dalam pembangunan pendidikan. “Pendidikan yang bermutu dan merata akan tercapai jika Pemda juga turut aktif mendukung dan mengawal implementasi program-program di wilayah masing-masing,” pesan Mendikdasmen Abdul Mu’ti.***
Pewarta: Iwan Ngadiman
Sumber: Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

