Manado, Merdeka17.id – Penandatanganan perjanjian pinjaman daerah senilai Rp80 miliar antara Pemerintah Kota Manado dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Persero, dan PT. Bank SulutGo untuk perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada Rabu, 02 Juli 2025 lalu disambut positif sebagai upaya meningkatkan akses air bersih.
Mengingat besarnya pinjaman maka Ketua Perkumpulan LSM Independen Nasionalis Anti Korupsi (LSM-INAKOR) Rolly Wenas menuntut transparansi dan akuntabilitas yang tinggi.
“Pinjaman ini akan menjadi beban APBD Kota Manado di masa depan. Oleh karena itu, masyarakat berhak tahu secara rinci bagaimana setiap rupiah dana pinjaman ini akan digunakan,” tegas Rolly Wenas kepada media ini melalui pernyataan tertulis pada Rabu, 09 Juli 2025 sore.
Menurutnya, INAKOR telah melayangkan permohonan informasi mewakili hak publik ke Dinas Kominfo Pemkot Manado selaku PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi) Utama. INAKOR mendesak Pemkot Manado untuk:
- Merinci alokasi anggaran secara transparan, termasuk biaya konstruksi, pengadaan material, hingga biaya operasional.
- Membuka akses informasi terkait proses tender dan pemilihan kontraktor, memastikan prinsip persaingan yang sehat dan mencegah praktik KKN.
- Menyusun indikator kinerja yang jelas dan terukur, sehingga kemajuan proyek dapat dipantau oleh publik.
- Melibatkan partisipasi masyarakat dan lembaga pengawas independen dalam setiap tahapan proyek, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
“Kami berharap proyek SPAM ini tidak hanya menjadi kebanggaan seremonial, tetapi juga membawa manfaat nyata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Manado. Proyek sebelumnya seperti revitalisasi Pasar Bersehati, yang juga didukung PT. SMI, harus menjadi cermin pembelajaran agar proyek SPAM ini berjalan lebih optimal dan bebas dari potensi penyimpangan,” tambah Rolly Wenas.
Ia juga menyoroti target cakupan layanan air bersih hingga 80% rumah tangga di tahun 2029 yang disampaikan Direktur Utama PT SMI. “Target ini ambisius dan sangat dinantikan. Namun, yang lebih penting adalah memastikan kualitas layanan, ketersediaan air yang stabil, dan harga yang terjangkau bagi masyarakat, terutama bagi kalangan rentan,” pungkasnya.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

