Jakarta, Merdeka17.id – Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan bahwa kemitraan antara Ditjen GTKPG Kemendikdasmen dengan Monash University, Australia yang diwujudkan dengan penandatangan Nota Kerja Sama (Memorandum of Cooperation/MoC) pada Selasa, 26 Agustus 2025 di Jakarta, dapat mempercepat transformasi pendidikan Indonesia.
Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan dengan memaksimalkan hubungan kemitraan luar negeri. “Kami percaya kolaborasi dengan Monash University tidak hanya memperkuat kapasitas guru dan siswa, tetapi juga menjadi jembatan ilmu pengetahuan antara Indonesia dan Australia yang akan berdampak luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Sebagaimana rilis dari Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, ruang lingkup memorandum tersebut salah satunya adalah terkait peningkatan kompetensi atau pelatihan pada bidang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah serta pendidikan profesi guru yang mencakup namun tidak terbatas pada program Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), matematika, Kecerdasan Buatan (AI), literasi, numerasi, pendidikan inklusif, bimbingan dan konseling, serta kepemimpinan sekolah.
Pada kesempatan itu, Dirjen GTKPG Nunuk Suryani mengatakan bahwa peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan merupakan salah satu tugas prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Hal ini tentunya sejalan dengan visi Kemendikdasmen yakni Pendidikan Bermutu untuk Semua sebagai perwujudan dari Asta Cita ke-4 Kabinet Merah Putih yaitu memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Ia berharap, melalui nota kesepahaman dengan Monash University, Kemendikdasmen juga dapat menjajaki berbagai bentuk kerja sama lain, mulai dari pelatihan guru, evaluasi program, hingga pertukaran atau kunjungan para pakar, guru, tenaga kependidikan, dan pengelola pendidikan.
“Besar harapan kami, momentum penandatanganan Memorandum Kerja Sama pada hari ini menjadi awal dari semakin banyaknya kerja sama dan kolaborasi program antara Kemendikdasmen dan Monash University di masa mendatang,” tutur Dirjen Nunuk Suryani.
Sementara itu, President and Pro Vice-Chancellor of Monash University Matthew Nicholson menyambut baik kerja sama dengan kampus internasional dalam meningkatkan kompetensi SDM di sektor pendidikan. Ia menegaskan bahwa kehadiran kampus Monash di Indonesia merupakan bagian penting dari komitmen universitas untuk berkontribusi pada pembangunan pendidikan global.
Ia menambahkan, Monash University tidak bisa berdiri sendiri dalam menghadapi tantangan global. Sehingga upaya kolaborasi lintas negara dan lintas institusi menjadi kunci agar ilmu pengetahuan dapat memberikan dampak nyata. “Kemitraan dengan Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Prof. Mu’ti adalah kesempatan berharga untuk mempertemukan keahlian terbaik dari Indonesia dan Australia demi kepentingan siswa dan guru di seluruh Indonesia,” kata Matthew Nicholson.
Ditjen GTKPG Kemendikdasmen telah menjalin kerja sama dengan Monash University sejak 2022 dalam pelaksanaan program pelatihan teknis singkat (non-gelar) atau micro-credential melalui beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan bidang materi yang dipilih yang mencakup pelatihan di bidang numerasi, pendidikan inklusif, dan pendidikan anak usia dini (PAUD).***
Pewarta: Iwan Ngadiman

