Manado, Merdeka17.id – SD Negeri 116 Manado terus berbenah diri. Sebelumnya, satuan pendidikan yang memiliki gedung representatif ini mulai ditinggalkan, kini, sejak dipimpin oleh Juliana Poluan pada tiga tahun lalu, sekolah ini terus mengalami kemajuan yang signifikan.
Tenaga pendidik makin semangat dalam kegiatan KBM (kegiatan belajar mengajar) sehingga terjadi peningkatan literasi dan numerasi yang signifikan. Sebelumnya, rapor pendidikan merah baik literasi maupun numerasi.
Lingkungan sekolah dan ruangan kelas pun ditata guna menciptakan suasana yang nyaman aman dan menyenangkan bagi siswa. Fasilitas komputer dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran, kemampuan guru ditingkatkan termasuk metode mengajar yang memudahkan siswa memahami setiap mata pelajaran apalagi matematika.
Saat ditemui pada Rabu, 26 Februari 2025, Juliana Poluan mengatakan bahwa dengan keterbatasan dana yang ada, semuanya dimaksimalkan. Penggunaan dana BOS pun dikelola secara transparan.
Penataaan halaman sekolah, menurutnya, membutuhkan bantuan pemerintah untuk pavint agar rapi dan indah dipandang. Kondisi halaman tidak kondusif karena becek saat hujan dan berdebu ketika musim panas.

“Kami sudah bermohon untuk paving blok biar rapi dan aman bagi siswa agar bisa bermain dan berolahraga,” ungkapnya.
Terkait pelaksanan lomba SAIH (Senam Anak Indonesia Hebat), SD Negeri 116 Manado mengirimkan tim yang terdiri dari 9 siswa kelas 4 dan 5. Kegiatan ini sangat positif apalagi merupakan bagian dari penerapan kebijakan Kemdikdasmen tentang 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang meliputi bangun pagi, berdoa, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta istirahat cepat, berjalan baik.***
Kontributor: Meldi Sahensolar
Editor: Iwan Ngadiman

