Manado, Merdeka17.id – Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus diharapkan turun tangan atas tindakan Satlantas Polresta Manado yang melakukan razia terhadap para murid SMA Negeri 9 Manado saat akan memasuki sekolah pada Rabu, 12 Maret 2025 pagi.
Pantaua media ini, ada yang melakukan tilang terhadap siswa yang motornya ataupun perlengkapan yang dinilai tidak lengkap di depan sekolah. Ada yang menghentikan dan memeriksa beberapa kendaraan roda dua yang dikendarai para murid, dan yang lain berjaga-jaga untuk menghalau para murid yang berkendara akan lewat memasuki pintu gerbang sekolah reguler.
Tidak Ada Papan Pemberitahuan
Anehnya, tindakan polisi yang melakukan tilang di tempat (di lorong) tidak memasang papan pemberitahuan di sekitar tempat operasi. Tampak Plt. Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Manado Hendra J. Massie dihampiri seorang perwira polisi dan berbincang-bincang.

Se-Izin Kadis
KBO Lantas Polresta Manado Verry Korompis ketika dikonfirmasi di tempat kejadian menjelaskan bahwa keberadaan mereka di situ sudah mendapat izin dari Kadis Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
Selain itu, sejak beberapa hari lalu pihaknya sudah melakukan sosialisasi di sekolah tersebut. Menurut siswa dan guru yang ditanyai menjelaskan bahwa polisi sudah berjaga-jaga di sekitar sekolah sejak Selasa, 11 Maret 2025.
Verry Korompis menjelaskan pula bahwa tindakan penertiban diterapkan kepada para murid (pengendaraan) yang tidak punya SIM, knalpot ribut, motor tidak laik pakai, kebut-kebutan, membonceng lebih dari dua orang, dan tidak memakai helm, harus dilakukan karena dianggap tidak mengindahkan sosialisasi yang telah dilakukan.
Mendukung
Di sisi lain, beberapa tetangga, orang tua, guru, dan murid, yang dimintai tanggapannya, ternyata mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan polisi tersebut. “Ini mengajarkan kepada pengendara bahwa saat akan mengendarai motor agar mempersiapkan semua perlengkapan motornya. Harus diperbiasakan untuk disiplin, tertib, dan patuh,” ujar seorang ibu.
Memang, setelah dilakukan razia dan penertiban, sepanjang jalan di samping/belakang sekolah yang selalu penuh sesak dengan motor yang diparkir, tampak bersih dari kendaraan roda dua. “Suara bising knalpot tidak ada lagi,” ujar tetangga ibu lega.

Mengganggu KBM
Walaupun begitu, lepas dari kesalahan murid, apa yang dilakukan polisi itu, tanpa disadari, telah menyebabkan para murid terlambat, dan sangat-sangat mengganggu proses KBM (kegiatan belajar mengajar) di sekolah itu. Apalagi sekolah ini adalah sekolah favorit dan terkenal maka akan menjadi preseden buruk di masa depan.
Namun, setelah diberitahu, maka KBO Lantas Polresta Manado Verry Korompis segera menghentikan operasi mereka. Tampak beberapa murid termasuk ojek online yang melanggar ditegur untuk menaati aturan.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

