Merdeka17.id – Fenomena astromi, yakni Gerhana Matahari Sebagian akan terjadi pada Minggu, 21 September 2025 dan diprediksi akan disaksikan oleh sekitar 16 juta orang! Ketika terjadi gerhana Matahari, Bulan akan melintas di antara Matahari dan Bumi, sehingga menghalangi cahaya Matahari dan menciptakan bayangan di permukaan Bumi.
Hal ini menyebabkan sebagian atau seluruh piringan Matahari tertutup, membuat langit di area tertentu menjadi redup atau gelap, serta memungkinkan pengamat melihat atmosfer terluar Matahari (korona) saat gerhana total.
Beberapa dampak fisik seperti penurunan suhu dan peningkatan kelembaban bisa terjadi. Gerhana Matahari Sebagian akan terjadi di titik terendah orbit Bulan pada hari Minggu, 21 September 2025, dengan magnitudo 0,855.
Sayangnya, Gerhana Matahari Sebagian ini tidak bisa dilihat dari Indonesia. Sebagian wilayah Selandia Baru, pesisir tenggara Australia, kepulauan Pasifik, dan Antartika pada 22 September 2025 (waktu setempat), wilayah dunia ini akan dapat menyaksikan Bulan menutupi sebagian Matahari.
Gerhana Matahari ini akan dimulai pukul 17.29 UTC (Coordinated Universal Time/Waktu Universal Terkoordinasi) 21 September 2025. Puncaknya terjadi pukul 19.41 UTC. Jika dikonversi ke Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), maka peristiwa ini berlangsung dari sekitar pukul 00.29 hingga 04.53 dini hari tanggal 22 September 2025.
Gerhana Matahari Sebagian paling dekat baru akan berlangsung pada 14 Januari 2029, kurang lebih 3,5 tahun lagi.*** (dari berbagai sumber)
Pewarta: Iwan Ngadiman
