“Bimtek ini bukan hanya pelatihan, tetapi juga penguatan nilai-nilai pendidikan dan pengembangan profesionalisme guru.”
Nunuk Suryani–Dirjen GTKPG, Kemendikdasmen.
Jakarta, Merdeka17.id – “Pembelajaran koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) ini bukan hanya mata pelajaran tambahan, tapi prinsip-prinsip berpikirnya dapat diterapkan dalam pelajaran lain. Bukan sekadar hafalan, tetapi logika dan berpikir kritis yang akan membentuk generasi bangsa yang adaptif dan inovatif.”
Begitu yang dikatakan Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Jakarta pada Sabtu, 31 Mei 2025 dalam acara Bimbingan Teknik (Bimtek) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) untuk calon pengajar bidang teknologi digital, yang berlangsung serentak di Jakarta dan Makassar Untuk Batch 5.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat di Ditjen GTKPG, narasumber, fasilitator, dan peserta. Bimtek ini menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen untuk memperkuat kapasitas pengajar dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai alat pembelajaran yang efektif dan kontekstual.

Komitmen Pendidikan Berkualitas dan Inklusif
Diawali dengan laporan oleh Dirjen GTKPG Nunuk Suryani bahwa program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan metodologi pengajaran yang interaktif dan pengembangan karakter guru yang adaptif.
“Bimtek ini bukan hanya pelatihan, tetapi juga penguatan nilai-nilai pendidikan dan pengembangan profesionalisme guru,” kata Nunuk Suryani.
Dengan mengusung semangat transformasi pendidikan, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menciptakan sistem yang adaptif, inklusif, dan berkualitas. “Peserta harus sungguh-sungguh mengikuti, dengan evaluasi yang ketat untuk memastikan lulusan yang kompeten dan profesional,” tegasnya Nunuk Suryani.
59.546 Sekolah Penerima Dana BOS Kinerja
Sejak pertama kali dilaksanakan pada April 2025, pelatihan telah menjangkau lebih dari 1.325 calon pengajar, dengan proyeksi total peserta mencapai 2.707 hingga Batch 5.
Peserta Training of Trainer (ToT) di Jakarta berasal dari wilayah Sumatra dan sekitarnya, sedangkan ToT di Makassar melibatkan guru-guru dari Papua, Maluku, Sulawesi, dan wilayah Indonesia Timur.
Seluruh peserta mendapatkan materi penguasaan dasar teknologi digital, termasuk literasi digital, pemrograman, algoritma, dan etika penggunaannya, yang disampaikan secara kombinasi antara teori, praktik langsung, dan pemanfaatan Learning Management System (LMS) Ruang GTK.
Selanjutnya, para lulusan Bimtek ini akan menjadi fasilitator dalam pelatihan yang ditujukan bagi 59.546 sekolah penerima Dana BOS Kinerja periode 2025.

Penguasaan dan Etika
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan, pentingnya penguasaan teknologi digital dan etika dalam penggunaan digital di era modern.
Sebagai penutup, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengajak seluruh peserta dan pihak terkait untuk memanfaatkan moment ini untuk memajukan pendidikan nasional. “Mari belajar dengan cerdas dan sabar, koding dan kecerdasan artifisial untuk bangsa yang lebih maju dan strategis,” pungkasnya.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

