Manado, Merdeka17.id – Delapan WC (water closet) di SD Negeri 103 Paniki Satu Manado diduga kuat tidak mempunyai septic tank. Proyek ini diyakini dibangun oleh Pemkot Manado beberapa tahun lalu.
Temuan lapangan, proyek toilet yang berjumlah 10 unit ini terdiri dari 8 WC dan 2 urinoir, menurut beberapa sumber di tempat, sejak rampung dibangun beberapa tahun lalu, hingga sekarang tidak bisa digunakan, lantaran tidak memiliki septic tank dan sarana air bersih.

Ironisnya, fakta ini disimpan rapat-rapat oleh pihak sekolah. Penelusuran Tim APPM (Aliansi Pers Pendidikan Manado), telah dua kepala sekolah bertugas di situ namun informasi ini tidak pernah dilaporkan bahkan dijaga benar-benar kerahasiaannya.
Sebenarnya, keadaan ini sudah menjadi pembicaraan serius di kalangan pendidik, tenaga kependidikan, orang tua murid, dan murid. Parahnya, para kepala sekolah yang sudah silih berganti, enggan buka mulut kepada pers, diduga kuat, karena adanya intervensi dari oknum tertentu.
Tim APPM agak kesulitan melacak pihak ketiga yang membangun proyek tersebut berupa nama perusahaan, kontraktor, dan besarnya anggaran. Diperkirakan, proyek tersebut dibangun pada tahun 2021 silam.

Saat ini, satuan pendidikan tersebut hanya memiliki dua WC saja yang berada di samping kanan sekolah untuk digunakan oleh 400-an murid. Jelas, kondisi ini tidak sebanding dengan banyaknya jumlah murid.
Beberapa orang tua yang ditemui terpisah mengaku kerap mengantar anak mereka ke rumah karena tidak bisa BAB (buang air besar) maupun BAK (buang air kecil) di satuan pendidikan tersebut. Mereka pun berharap agar pemerintah dapat memperhatikan masalah ini.***
Penulis: Tim APPM
Editor: Iwan Ngadiman

