Manado, Merdeka17.id – Ketua Umum Perkemi Sulawesi Utara Dr. Fransiscus Engelbert Manumpil, S.Pi., M.Env.Mgmt. menginstruksikan agar Pengurus Perkemi (Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia) mengumpulkan murid-murid nakal di sekolah untuk dilatih olahraga bela diri kempo.
Instruksi ini disampaikan Dr. Fransiscus Engelbert Manumpil, S.Pi., M.Env.Mgmt. yang juga adalah Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara di hadapan Pengurus Inti Kempo Sulawesi Utara serta Dewan Sabuk Hitam dalam rapat terbatas pada Kamis, 10 September 2026 malam.
Kebijakan ini untuk menyukseskan program dari salah satu organisasi kemasyarakatan solidarity community yang merupakan sayap organisasi Kempo pusat. “Kita akan mengumpulkan anak-anak sekolah yang pang malawang,” kata F.E. Manumpil seraya menambahkan, “Saya juga sudah menelfon Kadis Pendidikan, menjelaskan program ini.”
Dojo BGTK
Selanjutnya, dalam waktu dekat Ketua Umum Perkemi Sulawesi Utara F.E. Manumpil bersama Pengurus Inti akan melakukan kunjungan ke beberapa dojo untuk melihat dari dekat kesiapan dojo dalam menunjang program ini. Salah satu yang akan disasar adalah Dojo BGTK (Balai Guru dan Tenaga Kependidikan) Provinsi Sulawesi Utara.

Hadir
Mereka yang hadir (sesuai tingkatan) berturut-turut adalah (IV DAN): Deidy Katili, Susiana Mopangga, Royke Rompas, dan Maruly Baculu; III DAN: Bethny Katili, Agus Kodoati, dan Jarl Koagouw. Pengurus lainnya: Dr. Leviane Jackelin Hera Lotulung, M.I.Kom., dan Iwan Ngadiman.
Selain itu, dibahas juga tentang rencana kegiatan yang akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2026, selanjutnya rencana kerja di tahun 2027 termasuk persiapan PON bela diri dan prakualifikasi PON 22.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

