Disclaimer/penafian: semua tulisan berdasarkan ucapan sumber yang tidak bersedia namanya dicantumkan. Jika pembaca merasa tersinggung, ada ketidakcocokan, dan lain-lain, bahkan jika harus bersentuhan dengan hukum, itu bukan tanggung jawab penulis.
Manado, Merdeka17.id – Berdasarkan pengalamannya selama dua periode menjadi anggota senat UNSRAT, ada tiga motif saat seseorang memilih calon rektor, yakni: pertama, hanya menginginkan uang; kedua, hanya menginginkan jabatan; dan ketiga, menginginkan uang dan jabatan (Rabu, 15 Juli 2026 malam).
Pernyataan di atas adalah rangkuman wawancara yang dilakukan secara terpisah terhadap beberapa anggota senat UNSRAT.
Sebelumnya, seorang senator senior menceritakan pengalaman pribadinya mengakui hal itu secara samar. “Tidak bisa dipungkiri, hal ini memang ada,” katanya membenarkan waktu itu sambil mengisahkan apa yang pernah dialaminya dulu-dulu.
Cerita lain, “Biar jo nda dapa jabatan, maar yang penting ini …,” ujar seorang senator dengan jabatan akademik guru besar dari fakultas … sambil memberi kode uang dengan jarinya seraya menambahkan, “Kalo dorang kase, kyapa mo tolak. Yang penting nda minta.”
Di sisi lain, para senator ini tidak bisa disalahkan karena para calon rektor atas inisiatifnya sendiri yang memang memberikan souvenir hingga dompet kulit, bahkan berani memberikan uang lipat ganda dibandingkan dengan rivalnya, sesaat menjelang pemilihan. “Melalui orang dekatnya, bertandang ke rumah senator (pemilih) pagi-pagi, untuk memberi ‘sesuatu’,” ungkap seorang senator umur 60-an.
Parahnya, kata senator lainnya, jika ketahuan tidak memilih, apalagi yang bersangkutan tidak jadi, maka dia (ada) mengobralnya di depan umum. “Hal ini nyata dan memang pernah terjadi,” kata sumber sambil menambahkan, “Biar jo, asih kwa cuma satu bulan dorang mo bicara ni kasus. Abis itu dorang so lupa,” kata sumber mengutip ungkapan seorang guru besar yang sudah pensiun.
Pertarungan Siapa?
Penelusuran media ini, beberapa senator yang dihubungi terpisah mengakui bahwa di tubuh Senat UNSRAT jika dihubungkan dengan pemilihan rektor tahun 2026, sebenarnya, adalah pertarungan antara Rektor UNSRAT Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng. dengan kubu Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes.
Akankah para senator menerima imbalan, atau sebaliknya, senator pasang tarif?
Bakal Calon Rektor
| 60 tahun 0 bulan 0 hari | 60 tahun 0 bulan 1 hari | =65<66 |
| Prof. Dr. Ir. Royke I. Montolalu, S.Pi.Sc., Dr. Daud Markus Liando, S.I.P., M.Si., Dr. Gerald H. Tamuntuan, S.Si., M.Si., Dr. dr. Nurdjannah Jane Niode, Sp.DVE, Subsp.Ven, Dr. Flora Pricilla Kalalo, S.H., M.H., Dr. dr. Theresia Kaunang, Sp.KJ (K), Dr. dr. Rocky Wilar, Sp.A, Subsp.Neo (K), Dr. Magdalena Wullur, S.E., M.M., M.A.P., CMILT., AIFO, Dr. Victor P. K. Lengkong, S.E., M.Si., Prof. Ir. Dedie Tooy, M.Si, Ph.D., Stenly Wullur, S.Pi., M.Si., Ph.D., Dr. Sintya J.K. Umboh, S.Pt., M.Si., dan Prof. Dr. dr. Grace Debbie Kandou, M.Kes. | Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Grevo Soleman Gerung, M.Sc., Prof. dr. Diana Vanda Daturara Doda, MOHS, Ph.D., Prof. Dr. Benny Pinontoan, M.Sc., dan Prof. Ir. Arthur Gehart Pinaria, M.P., Ph.D. | Prof. Dr. dr. B. H. Ralph Kairupan, Sp.KJ (K). |
***
Pewarta: Iwan Ngadiman

