Manado, Merdeka17.id – Kepala BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) Provinsi Sulut Febry H.J. Dien mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran informasi ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, ataupun berdasarkan apa yang terlihat pada dokumen (foto dan video) yang beredar, dalam upaya mencari informasi yang benar terkait terjadinya kerusakan di SD Negeri Matutuang, akibat gempa pada Senin, 8 Juni 2026 pagi.
Seperti yang diberitakan media ini, gempa ini berkekuatan 7,8 M (magnitudo) terjadi pukul 07.37 WITA, berpusat di 5.600°N 125.065°E atau di 24 km dari Burias, Filipina, kedalaman 35 km (gempa menengah), yang menyebabkan kerusakan satuan pendidikan di Pulau Matutuang, Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.
Dijelaskan Febry H.J. Dien bahwa kerusakan yang dialami oleh sekolah tersebut berupa runtuhnya plafon atap di beberapa gedung, selain itu terdapat keretakan pada beberapa sisi tembok sekolah.
Ketakutan
Menurutnya, hingga informasi ini disampaikan (Senin, 8 Juni 2026, pukul 18.10 WITA, red.)belum ada informasi tambahan bersamaan dengan berakhirnya status siaga potensi tsunami dari BMKG.
“Selain itu, juga belum ditemukan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Febry H.J. Dien seraya menambahkan, “Hanya saja setiap gempa besar menyisakan tekanan psikologis berupa ketakutan dan kekhawatiran terhadap gempa dan akibat pasca gempa, berupa tsunami.”
Koordinasi
Sebelumnya, Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Utara Arianto Batara mengatakan bahwa pihaknya akan mengecek ke Dinas Pendidikan setempat. “Sambil kami mencari kondisi detail juga kami akan koordinasi dengan Kemendikdasmen terutama untuk penanganan GTK jika terdampak,” kata Arianto Batara.***
Kontributor: Hofni Julianus Timpalen
Editor: Iwan Ngadiman

