“Semoga hubungan mereka menjadi lebih mesra, tidak saling menyalahkan, mencurigai, mencaci maki, namun saling menopang, untuk membangun UNSRAT yang lebih baik,” kata dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNSRAT Jackelin Lotulung.
Manado, Merdeka17.id – Rektor UNSRAT Oktovian Berty Alexander Sompie membezoek seorang dosen FISIP UNSRAT Rivo Sumampouw yang sedang dirawat di IGD RSUP Kandou Manado pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Kedatangan Rektor yang ditemani Dekan FISIP UNSRAT Daud Markus Liando beserta rombongan sempat membuat pihak IGD panik. Pasalnya, pasien Rivo Sumampouw, sudah dicari-cari, tidak berada di ruangan. Menurut pengakuan Rivo Sumampouw yang dikonfirmasi wartawan di salah satu kamar di Irina B, dia tahu seluk beluk di IGD. “Saya tahu jalan di IGD. Saya lewat pintu di situ,” kata Rivo Sumampouw senyum-senyum.
Publik, khususnya di kampus UNSRAT, mengenal Rivo Sumampouw sebagai figur dan aktivis yang memperjuangkan kesejahteraan dosen. Beliau berjuang bersama dengan rekan-rekan seprofesi dosen yang tergabung di ADAKSI (Asosiasi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia) UNSRAT. Namun para pejuang kesejahteraan ini oleh pihak rektorat dianggap mengganggu.
Moment kehadiran Rektor UNSRAT mem-bezoek Rivo Sumampouw, oleh berbagai pihak, diharapkan dapat memperkecil gap antara Rektor dengan para aktivitis. “Semoga hubungan mereka menjadi lebih mesra, tidak saling menyalahkan, mencurigai, mencaci maki, namun saling menopang, untuk membangun UNSRAT yang lebih baik,” kata dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNSRAT Jackelin Lotulung.

Dirut RSUP Kandou Menjenguk
Dua jam kemudian, Rivo Sumampouw yang semula dirawat di Kamar 5 Irina B, tiba-tiba dikunjungi Dirut RSUP Kandou Starry H. Rampengan. Suasana santai dan penuh kekeluargaan terjalin.
Beberapa menit kemudian, setelah Dirut RSUP Kandou Starry H. Rampengan meninggalkan ruangan, Rivo Sumampouw dipindahkan ke kamar lain yang eksklusif.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

