Pamekasan, Jawa Timur, Merdeka17.id – Mendikdasmen Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa Kemendikdasmen terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang salah satunya melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Hal itu dikatakan Mendikdasmen Abdul Mu’ti pada acara peresmian 26 sekolah hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 jenjang TK hingga SMP se-Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur yang bertempat di SD Negeri Jalmak 1 Kabupaten Pamekasan.
Dilansir dari Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, secara keseluruhan, tahun 2025 Kabupaten Pamekasan mendapatkan bantuan revitalisasi untuk 38 sekolah dengan meliputi 9 PAUD, 8 SD, 9 SMP, 5 SMA, 5 SMK, 1 SLB, dan 1 PKBM, dengan total bantuan lebih dari Rp27 miliar.
“Semoga hasil revitalisasi ini membawa semangat untuk membangun Kabupaten Pamekasan sebagai kota pendidikan di wilayah Jawa Timur. Dan juga mendorong peningkatan SDM berkualitas guna memajukan Kabupaten Pamekasan,” pungkas Mendikdasmen Abdul Mu’ti.
Selain meresmikan sekolah hasil revitalisasi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti turut memberikan apresiasi kepada SD Negeri Jalmak 1 yang telah mengimplementasikan Trigatra Bangun Bahasa. Piagam penghargaan ini secara langsung diserahkan kepada Bupati Pamekasan dan pihak sekolah.
Hasil program Revitalisasi Satuan Pendidikan terus membawa dampak positif kepada para penerima manfaat program di seluruh wilayah Indonesia. Di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, gedung SD Negeri Jalmak 1 kini menjadi lebih kokoh dan menjadi rujukan gelaran festival pendidikan di tingkat Kabupaten Pamekasan.
Pada momen peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 se-Kabupaten Pamekasan, Kepala SD Negeri Jalmak 1 Pamekasan Nardin memaparkan bahwa sebelum adanya revitalisasi, sekolahnya mengalami tingkat kerusakan dengan skala lebih dari 50 persen. Ia sangat bersyukur di tahun 2025 sekolahnya terpilih menjadi penerima revitalisasi dan mendapatkan menu untuk rehabilitasi 7 ruang kelas, 1 ruang UKS, serta pembangunan 2 unit toilet, dengan total anggaran lebih dari Rp1,2 miliar.
“Setelah direvitalisasi, kini sekolah kami menjadi rujukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan untuk gelaran acara pendidikan seperti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N). Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, kini pembelajaran di SD Negeri Jalmak 1 menjadi lebih nyaman untuk semua warga sekolah,” terang Nardin.
Dampak positif akan revitalisasi juga turut dirasakan oleh Tegar Saputra Erfendi, murid kelas 6 SD Negeri Jalmak 1. Pada acara ini, ia mendapatkan hadiah dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dengan berhasil menyebutkan Pancasila secara lengkap. Uniknya, Tegar menyebutkan Pancasila diawali dengan penjelasan tentang lambang-lambang Pancasila, hal tersebut sontak membuat Mendikdasmen bangga dengan keberanian dan kepintarannya.
“Senang sekali sekarang ruang kelas sekolah saya jadi lebih bagus dan membuat kegiatan belajar kami menjadi lebih fokus. Di sekolah kami juga sudah dapat Makan Bergizi Gratis (MBG), kami semua makan dengan tertib dan tidak berebut satu sama lain,” kata Tegar.

Apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur
Saat 26 sekolah hasil Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 jenjang TK s.d. SMP diresmikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti, di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur pada Minggu, 24 Mei 2026. Pada kesempatan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui dinas pendidikan turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang telah memberi dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan dan semangat belajar murid di wilayah Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Pamekasan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan bahwa selama ini, banyak sekolah di Jawa Timur yang belum pernah mendapatkan sentuhan perbaikan maupun pengembangan fasilitas pendidikan. Dengan adanya revitalisasi, kini para warga sekolah merasakan hasil nyata pembangunan ruang kelas, perbaikan gedung sekolah, pembangunan unit toilet, laboratorium dan sebagainya.
“Peningkatan fasilitas pendidikan ini sangat sejalan dengan upaya peningkatan mutu dan kualitas pembelajaran. Tentunya, hasil revitalisasi membuat aktivitas murid di sekolah semakin meningkat, termasuk pada pengembangan prestasi akademik maupun keterampilan vokasi,” ungkap Aries Agung Paewai.
Selain itu, dampak revitalisasi juga terlihat pada peningkatan prestasi murid seperti ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS). Beberapa sekolah di daerah yang sebelumnya belum pernah meraih prestasi kini berhasil menjadi juara di tingkat provinsi bahkan mewakili Jawa Timur di tingkat nasional. Kondisi tersebut menurutnya tidak lepas dari ketersediaan fasilitas praktik yang sebelumnya sulit diakses oleh murid dan kini dapat digunakan secara langsung.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap semoga program revitalisasi dapat terus berlanjut dan menjangkau seluruh wilayah secara merata. Sehingga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta memperkuat daya saing pendidikan di Jawa Timur,” papar Aries Agung Paewai.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

