Manado, Merdeka17.id – Belakangan ini cuaca di Manado dan sekitarnya menjadi sangat panas, terus menerus, berhari-hari. Saat ini, pukul 09.41 WITA, suhu sudah mencapai 32℃. Fenomena alam ini mulai terasa lebih dari satu minggu lalu.
Dalam siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) (15 Oktober 2025) mengungkapkan bahwa cuaca panas dengan suhu maksimum mencapai 37,6℃ dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh kombinasi gerak semu matahari dan pengaruh Monsun Australia. Kondisi ini diprakirakan masih akan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025.
Monsun berasal dari kata dalam bahasa Arab ‘mausam’ yang berarti musim atau dalam pengertian lain monsun adalah pembalikan arah angin dominan permukaan antara musim panas dan musim dingin.
Menurut Guswanto–Deputi Bidang Meteorologi BMKG– bahwa penyebab utama suhu panas ini adalah posisi gerak semu matahari yang pada bulan Oktober berada di selatan ekuator. Faktor lainnya adalah penguatan angin timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan hangat sehingga pembentukan awan minim serta radiasi matahari dapat mencapai permukaan bumi secara maksimal.
Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengungkapkan, data BMKG mencatat pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35°C menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah yang paling berdampak suhu tinggi meliputi sebagian besar Nusa Tenggara, Jawa bagian barat hingga timur, Kalimantan bagian barat dan tengah, Sulawesi bagian selatan dan tenggara, serta beberapa wilayah Papua.
Di samping cuaca panas yang persisten dan dominan, BMKG memprakirakan potensi hujan lokal akibat aktivitas konvektif masih dapat terjadi pada sore hingga malam hari, terutama di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Papua. Mengingat dinamika yang terjadi, BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, khususnya pada siang hari.
“Tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak seperti hujan disertai petir dan angin kencang pada sore atau malam hari,” tambah Guswanto.***
Pewarta: Iwan Ngadiman

